Bupati Kapuas Hulu Resmi Buka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026

Facebook
Twitter
LinkedIn

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026 yang digelar di halaman Gereja St. Montfort Badau, Kecamatan Badau, Selasa (23/6/2026).

Mengusung tema “Bejalai Segulai, Mansang ke Menua, Maju ke Bansa”, kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para pimpinan OPD, Pastor Paroki Santo Montfort Badau beserta para imam serta biarawan-biarawati, unsur Forkopimcam Badau, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Gawai Paroki St. Montfort Badau menjadi momentum kebersamaan umat dan masyarakat dalam mensyukuri berkat Tuhan sekaligus melestarikan budaya Dayak di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki, panitia pelaksana, para donatur, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gawai Dayak Nasrani merupakan ungkapan rasa syukur atas berbagai berkat kehidupan yang diterima masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan pelayanan kepada sesama.

“Perpaduan antara nilai budaya dan nilai religius dalam gawai ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Fransiskus Diaan juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai luhur dan identitas masyarakat. Di tengah arus perkembangan zaman, generasi muda diharapkan tetap bangga terhadap budayanya serta terus mempelajari bahasa daerah, seni tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Ia berharap Gawai Paroki St. Montfort Badau tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu mempererat persatuan dan memperkuat jati diri masyarakat Dayak.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kecamatan Badau memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan perbatasan. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Usai menyampaikan sambutannya, Bupati Kapuas Hulu secara resmi membuka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kapuas Hulu.

Berita Lainnya

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy