Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat resmi membuka Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Kalimantan Barat Tahun 2026 yang dipusatkan di Atrium GAIA Bumi Raya City, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan tahunan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong pemerataan akses keuangan, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah kabupaten, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam rangkaian pembukaan, dilaksanakan penyerahan secara simbolis berbagai program inklusi keuangan yang terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan UMKM, meliputi Program KUM Peduli Bank Kalbar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BRI, KUR Kecil Bank Mandiri, Tabungan Emas Pegadaian, serta Program Mekaar PNM.
Sementara itu, segmen kedua berfokus pada pendidikan dan perlindungan sosial, meliputi Simpanan Pelajar (SimPel) Konvensional BCA, Simpanan Pelajar Syariah (SimPel iB) BSI, Program Laku Pandai BNI, Program Investor Muda Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Puncak BIK Kalimantan Barat Tahun 2026. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sangat penting dalam mempercepat perluasan akses perbankan dan layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kapuas Hulu.
Menurutnya, pemerataan akses keuangan perlu terus didorong agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan layanan keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Ia juga berharap berbagai program kemitraan keuangan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Simpanan Pelajar (SimPel), dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan generasi muda di Kapuas Hulu. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam mengelola keuangan, lebih mandiri secara ekonomi, serta terlindungi dari praktik keuangan ilegal dan jeratan rentenir.


