
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kapuas Hulu, Hadi Pranata, S.STP., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Uncak Lestari, Jumat (31/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Hadi Pranata yang juga pernah menjadi Paskibraka Tingkat Nasional pada tahun 1996 membawakan materi bertajuk “Paskibraka sebagai Agen Perubahan di Era Society 5.0 Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Melalui materi yang disampaikan, Hadi menekankan bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kesiapan menjadi generasi penerus bangsa.

Dalam pemaparannya, Hadi memperkenalkan LACO Framework (Learn, Action, Commitment, Observation) sebagai quad drive method atau metode empat tahapan yang dapat diterapkan untuk mencapai kesuksesan. Menurutnya, generasi muda perlu membangun kebiasaan untuk terus belajar, berani mengambil tindakan, memiliki komitmen, serta mampu melakukan observasi dan evaluasi terhadap setiap proses yang dijalani.
Ia juga mengingatkan para calon Paskibraka agar tidak menjauh dari perkembangan teknologi, melainkan belajar memahami dan memanfaatkannya secara positif.
“Belajarlah bersahabat dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Generasi muda harus mampu memahami dan memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI) generatif, Internet of Things (IoT), Big Data dan Cloud Computing, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya keamanan siber. Teknologi bukan untuk dihindari, tetapi harus dipelajari dan dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan daya saing,” ujarnya.
Menurut Hadi, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan karakter dan integritas. Era Society 5.0 tidak hanya membutuhkan generasi yang mampu menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
“Generasi Emas Indonesia bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus berkarakter, menguasai teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki integritas untuk memimpin bangsa menuju negara maju,” tegasnya.
Hadi berharap para calon Paskibraka Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2026 dapat menjadikan pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk membangun karakter, meningkatkan kapasitas diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus belajar, berani menghadapi perubahan, menjaga kedisiplinan dan integritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sebagai generasi muda yang dipersiapkan untuk mengambil peran di masa depan, para calon Paskibraka diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga tumbuh sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, cakap memanfaatkan teknologi, dan memiliki karakter kuat dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.



