Dinkes PPKB Kapuas Hulu Perkuat Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Melalui Pemeriksaan IVA

SILAT HULU – Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim terus dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu.

Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kanker leher rahim sekaligus deteksi dini kanker leher rahim dengan metode pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang dilaksanakan bekerja sama dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), dr. Heristanto, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Kartini Mayasari, S.K.M., bersama jajaran staf. Turut hadir Kepala Puskesmas Silat Hulu beserta jajaran tenaga kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga melibatkan dr. Irma, Kepala Puskesmas Putussibau Selatan yang selama ini berperan sebagai dokter pemeriksa IVA, untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan deteksi dini di Puskesmas Silat Hulu.

Penyuluhan diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, mengenai kanker leher rahim, faktor risiko, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta perlunya melakukan pemeriksaan secara berkala.

Sementara pemeriksaan IVA menjadi salah satu upaya deteksi dini untuk menemukan adanya perubahan pada leher rahim yang perlu mendapatkan tindak lanjut. Deteksi lebih awal diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga risiko berkembangnya penyakit dapat ditekan.

Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu terus mendorong penguatan layanan deteksi dini penyakit tidak menular di fasilitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, dokter spesialis, Puskesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi bukan sekadar dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga penting sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini demi menjaga kesehatan serta kualitas hidup perempuan. (*)