Penggabungan Sekolah Efesiensikan Belajar Mengajar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu mendata setidaknya ada 20an sekolah yang tidak memenuhi standar untuk penyelenggaran belajar mengajar. Hal tersebut dinilai dari jumlah siswa disekolah yang sangat minim.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menuturkan ada beberapa sekolah yang perlu pertimbangan dalam mengefektikan proses belajar mengajar. Salah satunya mengabungkan sekolah-sekolah yang jumlah siswanya minim. “Regrouping (penggabungan) sekolah mungkin perlu kita lakukan kedepannya,” papar Kusnadi, Kamis (6/2/2020).

Kusnadi menuturkan ada beberapa sekolah dasar yang muridnya sangat minim, dibawah 20an siswa. Namun proses belajar mengajar tetap dilakukan untuk memenuhi hak pendidikan bagi anak-anak disana. “Jujur ada sekolah yang rombongan belajarnya (Rombel) tidak penuhi standar untuk guru mengajar disana. Standarnya minimal satu rombel itu 20 siswa, ini cukup banyak yang kurang,” tuturnya.

Sekolah dasar yang tidak memenuhi standar rombel tersebut, kata Kusnadi adalah sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Jumlahnya sekitar 20an sekolah yang posisinya di kampung, perhuluan sungai dan ada yang berada di danau. “Terkait akses dan jarak, ini membuat perlu pertimbangan matang untuk melakukan regrouping sekolah,” ujarnya.

Opsi sementara yang telah disiapkan Disdikbud, kata Kusnadi, apabila terjadi regrouping sekolah harus disediakan fasilitas tambahan bagi siswa yang akan bersekolah. Hal yang harus dipenuhi adalah asrama, sehingga murid-murid yang datang dari jauh bisa tinggal disana dan ikut proses belajar mengajar tanpa harus jauh bolak-balik ke kampungnya. “Ini mengapa Pemerintah perlu juga menyiapkan asrama ketika regrouping agar pendidikan itu tetap berjalan baik,”ucapnya.

Disisi lain, kata Kusnadi, perlu juga secara bertahap disiapkan jaringan telekomunikasi di sekolah-sekolah yang ada. Pasalnya pendidikan saat ini sudah mensyaratkan akses tekonologi yang memadai, guna menunjang manajemen sekolah dan proses pendidikan. “Akses tekonologi juga penting untuk dipenuhi sebab pendidikan sekarang melihat kualitas,” tuntasnya. (yohanes)