Kasus DBD Nambah, Masyarakat Harus Bersihkan Jentik Nyamuk

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kapuas Hulu bertambah, sebelumnya pada akhir 2019 tercatat ada 4 kasus, meningkat menjadi 7 kasus per 27 Januari 2020. Sebanyak 4 kasus DBD sebelumnya terjadi di Kecamatan Batang Lupar, Badau, Embaloh Hulu dan Bunut Hulu. Sementara 3 kasus terakhir, sebanyak dua kasus kembali terjadi di Batang Lupar dan satu lagi muncul di Kecamatan Empanang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Herberia Karosekali menjelaskan, kondisi iklim di Kapuas Hulu yang sub tropis membuat kasus DBD pasti bermunculan ketika terjadi peralihan cuaca. Disisi lain munculnya DBD juga akibat dari kurang sadarnya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, utamanya memberantas sarang nyamuk. “Hal ini yang membuat adanya peningkatan kasus DBD di kecamatan Batang Lupar,” tegas Herberia saat ditemui di ruangkerjanya, Senin (27/1/20).

Herberia menjelaskan bahwa dua kasus DBD terbaru tersebut berdekatan dengan lokasi kasus DBD sebelumnya. Hal tersebut artinya dua kasus baru tersebut terjangkit pasien DBD sebelumnya. “Untuk kasus di Batang Lupar memang kami lihat kurang kesadaran untuk pemberantasan sarang nyamuknya. Ini kurang dilakukan karena warga hanya mengharapkan foging sehingga muncul dua warga yang tertular pasien DBD sebelumnya,” terang Herberia.

Kepada masyarakat Batang Lupar, Herberia menghimbau agar ikut aktif memerangi DBD. Hal utama yang harus dilakukan adalah memberantas jentik nyamuk. “Kami dari Dinkes tetap bergerak dengan melakukan berbagai langkah salah satunya pemeriksaan epidemikologi, kalau dilokasi terkait positif langsung foging. Tapi ini tidak cukup masyarakat harus sikapi dengan pemberantasan sarang nyamuk,” tegasnya lagi.

Secara teknis, kata Herberia, fogging hanya membunuh nyamuk yang tertular DBD namun tidak membunuh jentik nyamuk. Jentik tersebut tersebut bila tidak dibersihkan warga, akan menjadi media penularan DBD dari penderita ke warga sekitar. “Kita dapat melihat beberapa daerah yang sudah fogging dan warganya melakukan bersih-bersih tidak muncul kasus DBD baru, jadi kita harus bekerjasama mengatasi ini,” tuntas Herberia. (yohanes)