Cegah Demam Berdarah Dengan Menjaga Kebersihan Lingkungan

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Demam berdarah atau DBD disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang di dekat pemukiman.

Kepala Puskesmas Suhaid, M.Hidayat menjelaskan solusi pencegahan bahaya demam berdarah dengan menjaga lingkungan.

“Terkait isu demam berdarah, masyarakat agak panik dengan kondisi ini, karena penyakit demam berdarah ini adalah salah satu penyakit yang mematikan. Untuk itu, ada upaya untuk mencegah demam berdarah yaitu dengan Fogging ( pengasapan). Namun dalam pelaksanaannya hanya dapat dilakukan apabila sudah ada kasus atau sudah ada yang terkena demam berdarah, namun Fogging hanya pada radius 100 meter dari rumah pasien demam berdarah, dengan tujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang diprediksi membawa virus demam berdarah. Namun perlu ketahui, ada beberapa solusi pencegahan dari bahaya demam berdarah ini, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan, menutup atau membuang genangan air agar nyamuk tidak berkembang biak.” Jelasnya saat menghadiri kegiatan digedung pertemuan desa nanga suhaid yang dihadiri Anggota DPRD Kapuas Hulu, Muspika, Pemerintah Desa serta Tokoh Masyarakat , Sabtu 16/11/2019.

Gejala demam berdarah biasanya dimulai 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala demam berdarah yang paling sering terjadi yaitu Demam tinggi hingga 41 derajat celsius, Sakit kepala, Nyeri otot, tulang, dan sendi serta Nyeri atau rasa sakit di bola mata. Namun beberapa kasus, demam berdarah juga memiliki gejala Ruam atau bintik merah pada kulit, Mual dan muntah serta Perdarahan kecil dari gusi atau hidung.

Semoga dengan menjaga lingkungan selalu bersih akan terhindar dari bahaya demam berdarah.