Bupati Kapuas Hulu Segera Bentuk Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kabut Asap

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, bersama Wakilnya Wahyudi Hidayat, menghadiri langsung kegiatan focus group discussion (FGD) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang mengakibatkan kabut asap diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu, di Aula BPD Bank Kalbar Cabang Putussibau, Selasa (2/3/2021).

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyatakan, memasuki tahun 2021 merupakan tahun yang perlu peningkatan kesiapsiagaan bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk lebih intensif dalam penanggulangan Karhutla.

“Arahan presiden pada Rakornas pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Istana Negara, secara virtual ada beberapa poin yang disampaikan oleh Presiden dalam hal Karhutla,” ujarnya.

Arahan Presiden tersebut, dijelaskan Bupati yaitu, agar upaya pencegahan diprioritaskan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot dan pemantauan kondisi terkini di lapangan. Kemudian, infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai tingkat bawah.

“Semua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Presiden juga meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus dilanjutkan. Juga pentingnya untuk tidak membiarkan api membesar, sehingga sulit dikendalikan, dan agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi,” ucapnya.

Sis menuturkan, guna mengantisipasi terjadi karhutla dalam waktu dekat ini kalau Pemda Kapuas Hulu akan segera menetapkan status siaga darurat penangangulan bencana kabut asap, akibat Karhutla di Kapuas Hulu tahun 2021.

“Kami juga akan segera membentuk satgas komando pencegahan dan penanggulangan bencana kabut asap akibat Karhutla,” ujarnya.

Selanjutnya kata Bupati, Satgas Komando tersebut akan juga dibentuk sampai ke Kecamatan dan Desa, dengan demikian akan ada rantai komando yang jelas dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Dalam mengantisipasi, mencegah, menanggulangi, potensi terjadinya Karhutla diperlukan sinergitas seluruh komponen mulai Pemerintah, sektor swasta, dunia usaha, organisasi sosial, serta warga masyarakat. Ini penting dilakukan guna menciptakan langit biru bebas karhutla,” ungkapnya.