Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Perbatasan Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (19/9/2026).
Festival yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalimantan Barat tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2026.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu memiliki keberagaman suku, adat istiadat, seni dan budaya yang menjadi kekuatan sekaligus modal penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Festival Budaya Perbatasan ini menjadi wadah yang baik untuk pengenalan dan promosi budaya serta wisata Kapuas Hulu,” ujar Fransiskus Diaan.
Menurut Bupati, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya yang berada di kawasan perbatasan.
Ia menjelaskan, kehadiran masyarakat dan pengunjung selama pelaksanaan festival turut mendorong bergeraknya berbagai aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, produk kerajinan, kuliner hingga sektor jasa.
Bupati berharap Festival Budaya Perbatasan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin luas bagi pelestarian budaya, pengembangan pariwisata serta peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu.
Festival Budaya Perbatasan 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya, di antaranya pertunjukan seni tradisional, gelar wicara mengenai tato Iban, pemutaran film lokal Kapuas Hulu, lokakarya tenun serta pameran produk dan kerajinan lokal.
Kepala BPK Kalimantan Barat Juliadi menyampaikan bahwa pemilihan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Perbatasan memiliki nilai tersendiri karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Saat ini Kalimantan Barat tercatat memiliki 98 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), dengan 11 di antaranya berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu, terdapat sejumlah usulan WBTB baru yang masih dalam tahapan rekomendasi.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Undri, menyampaikan bahwa Festival Budaya Perbatasan menjadi salah satu sarana untuk semakin memperkenalkan kekayaan budaya Kapuas Hulu sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Pembukaan Festival Budaya Perbatasan 2026 ditandai dengan menebah gendang oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan bersama Sekretaris Ditjen Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Undri, Kepala BPK Kalimantan Barat Juliadi serta rombongan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas Hulu, para camat di wilayah perbatasan, kepala dinas yang membidangi kebudayaan se-Kalimantan Barat, Kepala BPK Kalimantan Tengah Iwan Setiawan Bimas serta masyarakat Nanga Badau dan sekitarnya.


