
Kasubbag Program dan Keuangan, Hendri Jonathan, S.E. selaku mewakili Camat Badau menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi dan Upaya Penguatan Infrastruktur Zona SIAP QRIS Cross Border di Aula Pasar Wisata PLBN Badau, Jumat (21/8/2026).
Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut meliputi Kepala Deputi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat beserta tim Bank Indonesia, GM Telkom Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Diskominfotik Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala PLBN Badau, Toko Masyarakat (Heny Sudayat), Kasubbag Program dan Keuangan Kantor Kecamatan Badau, serta perwakilan pelaku Usaha UMKM diwilayah Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu.
Adapun tujuan FGD tersebut digelar untuk memperkuat kesiapan kawasan perbatasan dalam mendukung transaksi ekonomi lintas batas, sekaligus mendorong pengembangan sektor UMKM, F&B, pariwisata, dan infrastruktur pendukung.
Dalam kesempatan ini, Hadi Pranata, S.S.T.P.,M.Si selaku Kepala Diskominfotik Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan bahwa pengembangan QRIS Cross Border tidak hanya berkaitan dengan sistem pembayaran digital, tetapi juga membutuhkan ekosistem digital yang terintegrasi.
“Dalam mendesain ekosistem digital di wilayah perbatasan guna meningkatkan pemanfaatan QRIS Cross Border, perlu disusun kelembagaan yang efektif sehingga masyarakat dan UMKM dapat menerima manfaat dari investasi yang terintegrasi dengan layanan QRIS tersebut.
Menurut Hadi Pranata, S.S.T.P.,M.Si, peran Diskominfotik dalam mendukung Zona SIAP QRIS Cross Border mencakup enam aspek, yaitu infrastruktur TIK, kualitas layanan jaringan, keamanan siber, literasi digital, komunikasi publik, serta data dan monitoring. “Diskominfotik berperan memastikan Zona SIAP QRIS Cross Border tidak hanya siap secara sistem pembayaran, tetapi juga siap secara konektivitas, infrastruktur digital, keamanan siber, literasi masyarakat, dan komunikasi publik,” jelasnya. Ia menambahkan, konektivitas dan layanan digital yang baik diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat, pelaku UMKM, merchant, maupun wisatawan dalam mengakses internet dan melakukan transaksi digital di kawasan perbatasan. Hadi Pranata, S.S.T.P.,M.Si juga mendorong pengembangan Digital Connectivity Cross Border sebagai model kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem digital kawasan perbatasan. Melalui sinergi pemerintah daerah, perbankan, penyedia jaringan telekomunikasi, pelaku usaha, UMKM, sektor pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya, kawasan perbatasan Badau diharapkan semakin siap menjadi kawasan ekonomi yang didukung layanan digital yang mudah, aman, dan terintegrasi.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar, diawali sambutan dari Deputi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dilanjutkan diskusi bersama serta sesi foto bersama.



