Dalam upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), Puskesmas Semitau bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semitau serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan Modifikasi Pelayanan Kesehatan di kawasan hutan dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Entipan, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu pada Sabtu (18/4/2026), dengan menghadirkan berbagai tenaga kesehatan Puskesmas, RSUD dan Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten, guna memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Dari Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, hadir Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Primer Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK), Fredi Nopriandi, S.Kep., Ns., beserta jajaran. Turut hadir Kepala Puskesmas Semitau, Ns. Farida, S.Kep., M.K.M, Direktur RSUD Semitau, Ns. Riza Firdaus, S.Kep., M.K.M, serta tenaga medis lainnya, termasuk dokter spesialis anak dr. Farish Machya, Sp.A dan dokter umum dr. Fitrianto Dwi Utomo serta dr. Afdal Setiawan.
Dalam kegiatan tersebut, pelayanan kesehatan diberikan kepada 27 anak dan 32 masyarakat umum. Dokter spesialis anak memberikan edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang anak sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.
Selain pelayanan medis, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada anak-anak sekolah dasar kelas 1 hingga 6 mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar, yang disampaikan oleh perawat gigi.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, khususnya di kawasan hutan dan komunitas adat terpencil.
Dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke lapangan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Selain layanan kesehatan, turut dilaksanakan edukasi melalui Program Taman Baca Marsedan Raya yang disampaikan oleh Direktur RSUD Semitau. Program ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi sekaligus mendukung perkembangan kognitif dan imajinasi anak sejak dini.
Antusiasme peserta, khususnya anak-anak, terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka diajak mengenal berbagai jenis buku, membaca bersama secara interaktif, serta mendengarkan cerita yang disampaikan dengan cara menarik dan menyenangkan. Edukasi ringan mengenai pentingnya membaca bagi tumbuh kembang anak juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. (*)


