Intensitas pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu semakin tinggi, walaupun ditengah pandemi Covid-19. Protokol kesehatan diterapkan pihak Disdukcapil dalam pelayanan adminduk sehari-hari, sesuai ketentuan tatanan kehidupan normal baru.Â
Kepala Disdukcapil Kapuas Hulu, Usmandi mengatakan bahwa pelayanan adminduk tetap berjalan baik di dinasnya. Ia pun memastikan stok blanko untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik masih aman. “Untuk blanko saat ini masih aman untuk kebutuhan wajib KTP di Kapuas Hulu,” ujar Usmandi, Selasa (14/7/2020).
Untuk cadangan, kata Usmandi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan blanko tambahan. Usulan blanko tersebut berjumlah 6000 buah. “Blanko saat ini stoknya aman dan cukup, kita juga sudah minta penambahan 6000 blanko ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Menurut Usmandi, adminduk saat ini lebih simple dan dipermudah untuk masyarakat mengurusnya. Khusus adminduk selain KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak, kedepannya bisa dicetak sendiri oleh masyarakat.
“Selain KTP Elektronik dan KIA, masyarakat bisa print adminduk lain seperti KK dan Akta dengan kertas A4 yang beratnya 80 gram, warna putih. Ini bisa dicetak oleh masyarakat sendiri filenya bisa diminta di petugas Disdukcapil bila syarat pengurusan sudah lengkap, berlakunya dari 1 juli 2020 ini,” terang Usmandi.
Seperti KK, kata Usmandi, itu bisa masyarakat cetak sendiri setelah dapat file dari Disdukcapil. Pengesahan atau legalisir manual sudah tidak perlu khawatirkan, karena tidak lagi diperlukan, sudah diganti dengan barcode. “Sistem legalisir KK itu sudah otomatis, lewat barcode yang ada pada KK tersebut jadi tidak lagi harus legalisir manual ke Dukcapil. Masyarakat bisa copy KK-nya sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Proses verifikasi KK oleh pihak terkait juga lebih mudah, sebab tinggal scan barcode yang ada pada KK tersebut. Antara KK satu dan lainnya memiliki barcode yang berbeda. “Barcode itu bisa dicek atau divalidasi lewat software khusus. Datanya keluar ketika barcode di scan dengan aplikasi itu,” ujar Usmandi. (yohanes)


