
SEBERUANG — Upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh Puskesmas Seberuang. Selain menyasar masyarakat umum, edukasi kesehatan juga diberikan kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dampak kabut asap dan pembagian masker kepada siswa dan dewan guru SMAN 1 Seberuang, Kamis (3/9/2026).
Sosialisasi dan pembagian masker tersebut dilaksanakan oleh Plt. Istiyani, A.Md.Kep., Natalia Rami, S.K.M., Frans Adipa Tri Abdi, A.Md.Kep., Marsianus Pikan, A.Md.Kesling., dan Konstansius Rudy, A.Md.KG.
Mengusung tema “Ayo….. Gunakan Masker & Lindungi Diri dari Asap Karhutla Sebaik Mungkin”, petugas Puskesmas Seberuang memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya perlindungan diri saat terpapar asap, debu, dan polusi udara.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diingatkan bahwa paparan asap dan partikel berbahaya dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko paparan serta membantu mencegah penularan penyakit saluran pernapasan.
Selain memberikan edukasi, petugas juga membagikan masker kepada siswa dan guru sebagai bentuk dukungan terhadap upaya perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah.

Puskesmas Seberuang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian masker semata. Para siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kedisiplinan untuk menggunakan masker ketika kondisi udara tidak sehat serta menerapkan perilaku hidup yang dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong kebiasaan hidup sehat, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap karhutla.
Puskesmas Seberuang mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menganggap remeh kabut asap. Menggunakan masker bukan sekadar mengikuti imbauan, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.


