Puskesmas Empanang Lakukan Penemuan Kasus ILTB Melalui Penyuntikan Tuberkulin di Desa Laja Sandang

Facebook
Twitter
LinkedIn

Tenaga kesehatan Puskesmas Empanang melaksanakan kegiatan penemuan kasus Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) melalui penyuntikan Tuberkulin Test (TST) di Posyandu Melati Putih, Desa Laja Sandang, pada Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Alfonsa Noning, A.Md.Kep dengan menyasar kelompok berisiko tinggi, di antaranya kontak erat pasien tuberkulosis, anak-anak terutama usia di bawah lima tahun, orang dengan gangguan imun seperti ODHA, penderita gizi buruk atau malnutrisi, penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus, pengguna obat steroid jangka panjang, serta tenaga kesehatan.

Pelaksanaan TST diawali dengan tahapan persiapan, termasuk memastikan pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap protein, tidak mengalami infeksi kulit berat atau luka bakar, serta penundaan tindakan apabila pasien baru menerima vaksin BCG atau campak (MMR) dalam kurun waktu 4–6 minggu terakhir.

Selanjutnya, tuberkulin disuntikkan secara intradermal pada lengan bawah pasien. Hasil pemeriksaan kemudian akan dibaca dalam waktu 48 hingga 72 jam dengan mengukur diameter indurasi, bukan kemerahan pada kulit. Hasil interpretasi dibedakan menjadi negatif apabila tidak terdapat indurasi atau kurang dari 5 mm, serta positif apabila lebih dari 10 mm, atau lebih dari 5 mm pada ODHA dan kontak erat penderita TB.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini individu yang telah terinfeksi bakteri tuberkulosis, khususnya pada kelompok berisiko tinggi, sehingga dapat segera dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pihak Puskesmas Empanang berharap melalui pelaksanaan TST ini, kasus TB dapat ditemukan lebih cepat di masyarakat, sehingga proses pengobatan dapat segera dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas dan memutus rantai penyebaran penyakit.

Dari hasil kegiatan, tercatat sebanyak 9 orang anak telah dilakukan penyuntikan Tuberkulin, yang merupakan anak dengan gejala atau memiliki kontak erat dengan pasien TB. Adapun pembacaan hasil dijadwalkan pada 15 April 2026.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan upaya pengendalian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Empanang dapat semakin optimal dan berdampak pada penurunan angka penularan di masyarakat. (*)

Berita Lainnya

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy