Puskesmas Empanang Lakukan Penyelidikan Epidemiologi DBD di Sungai Tembaga

Facebook
Twitter
LinkedIn
Tenaga kesehatan Puskesmas Empanang melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Pondok 1 Sawit Sungai Tembaga, Desa Tintin Peninjau, Kecamatan Empanang, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini mengusung tema pentingnya lima langkah pencegahan DBD, dengan tujuan untuk mengetahui potensi penularan dan penyebaran penyakit serta menentukan langkah penanggulangan yang tepat di lingkungan sekitar tempat tinggal penderita.
Kegiatan PE ini dilaksanakan oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari Tina, A.Md.Kes, Sebastian Abassuka, A.Md.Kep, dan Arsyila Rahmawati, A.Md.Kes. Turut hadir dalam kegiatan tersebut pihak pengelola pondok, bidan desa, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan yang diterima pada 29 Maret 2026, terdapat kasus dugaan DBD dari wilayah tersebut. Pasien pertama diketahui merupakan warga Sungai Tembaga yang berprofesi sebagai guru, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan NS1 positif. Saat dilakukan penyelidikan, pasien tidak berada di rumah karena masih menjalani kontrol kesehatan di Puskesmas Badau. Dari hasil pemeriksaan lingkungan di sekitar rumah pasien, tidak ditemukan jentik nyamuk pada tempat penampungan air.
Sementara itu, kasus kedua ditemukan pada seorang perempuan berusia 20 tahun yang juga berdomisili di Sungai Tembaga. Pasien dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dengan NS1 positif dan saat ini masih menjalani perawatan di Putussibau.
Tim kemudian melanjutkan penyelidikan ke lingkungan sekolah tempat kedua pasien beraktivitas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan banyak jentik nyamuk di berbagai tempat penampungan air seperti drum, bak mandi, ban bekas, botol bekas, serta genangan air di sekitar lokasi sekolah.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim kesehatan berkoordinasi dengan pihak manajemen setempat. Disepakati bahwa langkah penanggulangan yang akan dilakukan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara menyeluruh, baik di lingkungan sekolah maupun pemukiman warga. Kegiatan ini akan melibatkan pihak perusahaan, pengelola pondok, serta masyarakat.
Berdasarkan kondisi di lapangan, penanganan difokuskan pada PSN tanpa dilakukan fogging, mengingat upaya pemberantasan jentik dinilai lebih efektif dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD dengan menerapkan langkah pencegahan seperti rutin menguras tempat penampungan air, memeriksa keberadaan jentik, menggunakan pelindung seperti kasa nyamuk dan lotion anti nyamuk, serta tidak menumpuk pakaian dalam waktu lama.
Diharapkan, melalui penyelidikan epidemiologi ini, masyarakat dapat lebih sadar dan proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran DBD di wilayah Kecamatan Empanang.

Berita Lainnya

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy