Wakil Bupati Kapuas Hulu Pimpin Apel Kesiapan Operasi Kewilayahan “Bina Karuna Kapuas 2022 Tahap ll”

Facebook
Twitter
LinkedIn

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat, ST memimpin Apel Kesiapan Operasi Kewilayahan “Bina Karuna Kapuas – 2022 Tahap II” dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilkum Polres Kapuas Hulu. Apel dilaksanakan di halaman Mapolres Kapuas Hulu, Jum’at, (19/8/2022).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu menyampaikan amanat Kapolda Kalbar yang menegaskan bahwa Kalimantan Barat termasuk salah satu Provinsi yang rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Faktor pemicu terjadinya Karhutla adalah membuka lahan dengan cara dibakar kemudian api tidak diawasi sehingga menjadi tidak terkendali dan membakar lahan lainnya. “Ini perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah, Swasta dan Masyarakat dalam mengantisipasi serta menanggulangi Karhutla di Provinis Kalbar pada tahun 2022, asap akibat Karhutla ini dapat menimbulkan banyak dampak buruk,” ungkap pria yang akrab disapa Wahyu ini.

Ia membacakan data Hot Spot yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2021 sebanyak 20.425 titik api, Medium 18.595 titik dan High 1.830 titik dengan luas lahan yang terbakar mencapai 204.585 hektar. Hingga pada Bulan Agustus 2022 titik api sebanyak 10.238 titik, Medium 9.686 titik dan High 552 titik.
Kemudian terkait penegakan Hukum Karhutla yang telah dilakukan Polda Kalbar dan Polres jajaran pada Tahun 2021 sebanyak 92 kasus dengan 94 tersangka dan Tahun 2022 sebanyak 12 kasus dengan 12 tersangka.

“Tingginya titik api yang telah terjadi harus kita sikapi dan tanggulangi bersama melalui Upaya Preemtif dan Preventif seperti pemetaan Hot Spot, Deteksi dini, Sosialisasi kepada pihak Perusahaan dan Masyarakat hingga ke daerah pelosok. Ini penting supaya tidak membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan, karena tindakan tersebut tidak benar, dapat merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Wahyu menegaskan pencegahan Karhutla harus dilakukan seluruh stakeholder terkait, supaya hasilnya dapat lebih optimal. Selain itu Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla bersama Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang disebut sebagai 3 Pilar Desa. “Kita semua harus mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada di masyarakat serta Perusahaan termasuk kelompok Peduli Api. Peran mereka penting untuk mewujudkan Desa Bebas asap,” ujarnya.

Wahyu juga menghimbau kepada seluruh personel yang terlibat Operasi agar tetap menjaga Kesehatan, kekompakan dan disiplin dalam melaksanakan tugas. “Lakukan tugas dengan baik, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab,” tuntasnya.

Apel kesiapsiagaan bina karuna ini dihadiri Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Adhitya Octorio Putra, Kajari diwakili oleh Kasi Pidum, Wiliam Jakson Sigalingging, S.H., M.H, Dandim 1206/Psb yang diwakili oleh Pasi Ops Kapten Inf. Ucok Saputra, Perwakilan Batalyon RK 644/Wls, Letda Alam, S.H, Kepala BPBD Kab. Kapuas Hulu, GUNAWAN, S.Sos. Kasi Linmas Satpol PP Kab. Kapuas Hulu, Hj. Dayang Isniati, Kasi TO KPD Bandara Pangsuma Putussibau, Ade Patra Mangko.
Tampak hadir juga Tomas dan Todat Kabupaten Kapuas Hulu, Pejabat Utama Polres Kapuas Hulu serta apel dari TNI-Polri, BPBD, TNDS, DAMKAR, SATPOL PP, TRC dan Saka Bhayangkara.
(Yohanes)

Berita Lainnya

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy