Puskesmas Bika Edukasi Masyarakat Agar Tidak Terjebak Informasi Hoax Ditengah Pandemi Covid-19

Selama masa pandemi Covid-19 ini, telah terjadi beberapa peristiwa tentang penyebaran informasi bohong atau hoax oleh oknum tidak bertanggung jawab di masyarakat, hal ini tentu sedikit menghambat upaya pemerintah dalam penanggulangan wabah Covid-19 ini.

Menyikapi hal tersebut, Puskesmas Bika berupaya mengedukasi masyarakat di wilayah kerjanya, agar tidak termakan informasi hoax tersebut. 

Salah satu upaya yang dilakukan Puskesmas Bika untuk mencegah masyarakat dari informasi hoax yakni dengan melaksanakan sosialisasi Tangkal Hoax Ditengah Pandemi Covid-19.

Senin, 26 Juli 2021 tenaga kesehatan Puskesmas Bika melaksanakan edukasi masyarakat melalui Sosialisasi Tangkal Hoax Ditengah Pandemi yang dilaksanakan di Gedung Polindes Desa Jelemuk Kecamatan Bika.

Penanggungjawab/pelaksana kegiatan Nakes Puskesmas Bika yakni Hendrikus Muda, SKM dan Heny Fitriani Serly, S. ST.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bika Riyadi Fitriyansyah, A.Md.Far mengungkapkan, sosialisasi tersebut sangat penting dilaksanakan bagi masyarakat, sehingga di masa pandemi ini tidak terjebak menerima dan turut menyebarkan informasi hoax.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan peranserta masyarakat dalam memerangi berita-berita hoax yang terjadi di ligkungan masyarakat khususnya  masyarakat Desa Jelemuk Kecamatan Bika,” kata Kapus.

Untuk itu Kapus meminta pastikan berita yang diterima dan baca tidak mengandung topik sensasional atau tidak masuk akal, selanjutnya cek judul berita, cek sumber berita, cek keseluruhan isi berita dan cermati alamat situs.

“Dengan tujuan agar kita dapat mengetahui mana berita yang mengandung rekayasa dan mana yang fakta. Karena saat ini kadang muncul informasi simpang siur tentang Covid-19,” ucap Kapus.

Untuk itu Kapus menyarankan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bika agar selalu melakukan croscek terhadap informasi yang beredar kepada yang berwenang atau pihak Puskesmas.

“Oleh karena itu kepada masyarakat agar dapat menyikapi secara dewasa dan memilah mana pemberitaan yang benar dan mana yang bohong atau direkayasa terkait Covid-19. Jadi bijaklah kita melihat dan menerima informasi yang ada, terutama di sosial media, jangan sampai informasi itu menjebak dan akhirnya kita berurusan dengan hukum,” pungkas Kapus.