Disnakerintrans Adakan Pelatihan Membuat Batako Di UPT XVIII Nanga Kalis

Kemajuan kegiatan ekonomi di kawasan transmigrasi pada umumnya terdapat hambatan.  Faktor yang menjadi penghambat antara lain masalah sumber daya manusia yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia, kondisi lahan yang kurang subur dan keterampilan yang mereka miliki terbatas. Kondisi tersebut perlu adanya sebuah terobosan yang kreatif dan inovatif dari instansi yang terkait untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi warga transmigrasi.

Bidang Transmigrasi yang selama ini membidangi masalah ketransmigrasian di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai sebuah gagasan yaitu membuat sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah transmigrasi. 

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Windarta,S.Sos, guna peningkatan sumber daya manusia di lokasi transmigrasi salah satu terobosannya adalah Pelatihan Membuat Batako.  Kegiatan tersebut diselenggarakan di UPT XVIII NANGA KALIS Kecamatan Kalis pada triwulan pertama tahun anggaran 2020. Hadir dalam acara pelatihan tersebut antara lain adalah Kabid Transmigrasi, Kasi Perencanaan dan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, para Staf Bidang Transmigrasi, Ketua Organisasi UPT XVIII Nanga Kalis, Kepala Desa Kalis beserta jajarannya dan Para Peserta Pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada para Transmigran tentang membuat batako mengingat untuk masa yang akan datang dapat memberikan lapangan usaha kepada masyarakat transmigrasi. Oleh karena itu Disnakerintrans melalui Bidang Transmigrasi mendatangkan praktisi pembuat batako sebagai Instruktur dalam pelatihan tersebut. Selain materi dan praktek membuat batako, Para peserta pelatihan juga mendapatkan stimulan berupa peralatan membuat batako untuk kelompoknya. Pelatihan tersebut diikuti oleh 10 (sepuluh) orang peserta yaitu warga transmigran UPT XVIII Nanga kalis. 

Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut yaitu dengan pemaparan materi, tanya jawab dan praktek langsung dengan tujuan agar para peserta dapat cepat menyerap materi yang disampaikan dengan penuh semangat, aktif dan interaktif.