Perkuat Harkamtibmas, Kapolres Ajak Ngopi Para Tokoh

Dalam rangka memperkuat Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy mengginasi kegiatan “ngopi bersama” di dream cafe, Putussibau, Senin (9/3/20). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama (toga), tokoh adat (todat), tokoh masyarakat (tomas) serta tokoh pemuda (toda) kota Putussibau. 

Dalam suasana santai Kapolres, AKBP Wedy berdiskusi dan mesosialisasikan bentuk-bentuk harkamtibmas yang perlu didukung oleh masyarakat, sebab akan ada agenda besar yaitu Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada), Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Selain itu Kapolres turut membahas tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Hoax hingga implementasi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kapuas Hulu, Ustadz Zainudin mengapresiasi kegiatan ngopi bersama yang diadakan Kapolres Kapuas Hulu. Hal tersebut menurutnya sangat efektif dalam menyatukan pemahaman, lewat suasana yang santai. “Kami juga berterimakasih karena jajaran Polres Kapuas Hulu selalu berkerjasama dengan baik dengan kami, selama ini,” ujarnya.

Zainudin menghimbau agar momen Pilkada disikapi dengan suasana yang sejuk oleh seluruh masyarakat. Perbedaan yang ada harus dipahami secara bijak, kerukunan antar umat adalah yang utama. “Jadi saya mengajak seluruh masyarakat agar kita bersama-sama menjaga keamanan antar umat dan lingkungan kita,” tuntasnya.

Pastor Paroki Hati Santa Prawan Maria Tak Bernoda Putussibau, Yakobus Rua Bai menyatakan selama ini umat Katolik senantiasa merasakan aman saat beribadah, dalam kegiatan misa Kepolisian selalu bersama mengamankan lokasi sekitar gereja. “Dalam ibadat kami merasa selalu diperhatikan, bahkan saat Natal kemaren Bupati, Kapolres, Ketua DPRD, Dandim 1206/PSB dan pihak-pihak lain meninjau keamanan,” ujarnya. 

Pastor Yakobus mengatakan pihaknya secara internal paroki selalu mengingatkan tentang arahan Kepolisian untuk turut melakukan penjagaan dari internal. Termasuk juga untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya hoax atau berita bohong. “Pada paroki kami ada 8 gereja, setiap minggu kami juga selalu ingatkan umat agar di medsos tidak memunculkan permasalahan,” ujarnya.

Sementara itu Tomas Putussibau, Iskandar mengharapkan agar dalam pengamanan siskamling ada anggota Kepolisian yang terlibat. “Kami dari RT mengharapkan bisa dibantu juga dari anggota yang ada disekitar RT, mereka bantu untuk jaga malam. Kita sudah ada pos kamling dan siskamlingnya,” ujar pria yang karib disapa Is ini. 

Ketua RT 4 Pasar Pagi, Putussibau, P Nyurong menambahkan terkait siskamling sangat diharapkan adanya instruksi dari Kapolres. Ini penting untuk mendorong masyarakat lebih aktif piket ronda malam. “Kadang ada masyarakat yang ‘pintar-pintar’, mengatakan siskamling itu adanya-adanya Ketua RT, jadi butuh instruksi untuk meyakinkan,” ujarnya.

Disisi lain, P Nyurong mengharapkan agar aparat keamanan untuk turut mengawasi pelajar di warnet. Sebab anak-anak banyak membolos dan bahkan lupa waktu saat browsing ke warnet.

“Warnet perlu juga diawasi, khususnya anak-anak SD dan SMP. Ini bisa merusak apabila mereka mengakses konten dewasa,” tuntasnya. 

Merespon masukan sejumlah tokoh, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy dalam hal siskamling pihaknya akan membantu. Namun, kata Kapolres pihaknya akan bergerak pada sejumlah titik sesuai floating anggota. “Anggota kami akan berupaya membantu namun ini akan melihat sekala prioritas, karena anggota terkadang sudah ada tugas inti baik dipenjagaan ataupun sedang dalam penindakan kasus. Ini penting untuk mencegah kriminalitas, kalau masyarakat aktif pelaku kriminal akan mengurungkan niatnya,” tegas Kapolres. 

Berkaitan dengan hoax, Kapolres meminta agar tokoh-tokoh di Kapuas Hulu menghimbau ke warganya untuk tidak memposting hal-hal yang belum pasti kebernarannya. Sebab itu dapat berujung pada keresahan di masyarakat. “”Apalagi kita sudah ada momen Pilkada dan Pilkadesm, sebelum ada kegiatannya kita persiapkan bersama-sama, kita jaga keamanan di daerah kita,” ujar AKBP Wedy. 

Kapolres juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi membuka ladang dengan cara membakar sebab itu dapat memicu Karhutla. Pahami aturan membuka ladang, cara membakar harus dirubah. “Karhutla jangan dilakukan karena tujuannya membakar 1 ha bisa jadi 100 ha yang terbakar. Asapnya memang tidak terasa di lokasi tersebut namun menjadi permasalahan, balita banyak sesak nafas dan menganggu penerbangan serta menghambat ekonomi kita,” terangnya.

Disisi lain, Kapolres juga mengabarkan bahwa saat ini Mapolres Kapuas Hulu sedang dirobohkan untuk membangun fisik gedung yang baru. Kendati demikian pelayanan kepada masyarakat masih berjalan seperti biasanya. “Pelayanan SIM, SKCK tetap di Mapolres. Untuk hal lain pelayanan tersebar, sebagian di Polsek Putussibau Utara,” tuntas Kapolres. (yohanes)