Rutan Putussibau Panen Padi Seluang

Karutan Kelas IIB Putussibau,  Rio Mulyadi Sitorus menyatakan sejak 2018 lalu warga binaan menggarap lahan pertanian. Sempat menanam jagung tapi gagal, kemudian pada 2019 berhasil dalam menanam padi khas Kapuas Hulu yaitu seluang. 

“Ini merupakan proses pembinaan bagi warga binaan agar bermanfaat bagi mereka ketika bebas nanti,” ucap Rio. 

Lahan penanaman padi bukan milik pihak Rutan, namun milik warga yang mengijikan untuk digarap warga binaan rutan dan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu.

“Kedepannya pihak Rutan akan berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat terutama untuk bibit, pupuk, pengolahan, mengatasi hama dan lain sebagainya, yang baik dan berkualitas,” ujar Rio. 

Kabid Penyuluhan Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Abdul Samad mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi atas kegiatan ini. Ini merupakan langkah untuk mencapai kedaulatan pangan yang tidak bisa ditawar-tawar

“Ini untuk memacu kita semua untuk bertani untuk dijadikan usaha sampingan bagi siapa pun dan profesi apa pun,” tuturnya.

Lahan basah kering dan tadah hujan sangat cocok untuk tanaman atau komoditas padi.

Baik itu padi unggul maupun lokal, dimana untuk pengolahan tanah tidak masalah.

“Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut, kedepannya kita akan adakan kerjasama terkait sistem teknologinya,” tuntasnya. (yohanes)