RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau Simulasi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Pasien COVID-19

Putussibau – RSUD dr. Achmad Diponegoro melaksanakan sosialisasi serta simulasi kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap pasien dengan Corona Virus Disease (COVID-19), yang dilaksanakan pada Sabtu (15/2/2019) bertempat di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau.


Sofia Fibri Wardani, S.Kep., Ners selaku IPCN di rumah sakit dan Staf PPI, Phisa Novalia, S.Kep.,Ns selaku koordinator simulasi penangangan COVID memberikan briefing sebelum kegiatan dimulai, pada pukul 08.00 WIB.

Dari kegiatan tersebut diharapkan tenaga kesehatan yang ada di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau mengetahui bagaimana cara penanganan serta alur pelayanan pasien yang terkena COVID-19 dan upaya pencegahan penularan.

Upaya RSUD dr. Achmad Diponegoro dalam melakukan pencegahan Virus n-CoV ini sesuai dengan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang dikeluarkan pada Januari 2020 serta arahan dari Kementrian Kesehatan yang menetapkan Infeksi Novel Coronavirus Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya (KMK RI Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020).


Sebelumnya telah diadakan sosialisasi oleh Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) di aula RSUD pada tanggal 1 Februari 2020 yang disampaikan oleh dr. Rika Pratiwi Rijayanti selaku ketua Komite PPI.

Dalam kesempatan itu, dr. Rika, menyampaikan tentang kesiapsiagaan menghadapi infeksi COVID-19 dan kewaspadaannya.

Hal yang harus dipahami oleh tenaga kesehatan dan semua staf di RS adalah penerapan kewaspadaan standar, diantaranya yaitu dengan melaksanakan kebersihan tangan, penerapan etika batuk, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat sesuai indikasi, pengendalian lingkungan, serta beberapa hal lainnya.

Selain itu, tenaga kesehatan juga diharapkan mampu memberikan edukasi bagi masyarakat tentang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pada simulasi penangan pasien COVID-19, dilakukan triase batuk dan pasien diberikan masker bedah untuk langsung digunakan pasien. Selain itu pasien diedukasi tentang etika batuk dan cuci tangan yang benar. Tidak hanya pasien, keluarga pasien juga diberikan edukasi terkait dengan upaya pencegahan penularan.

Sementara itu, petugas kesehatan juga wajib melakukan cuci tangan sesuai dengan 5 momment Hand Hygiene , yang salah satunya sebelum kontak dengan pasien. Penggunaan APD yang tepat sesuai indikasi juga diperlukan terkait dengan kasus COVID-19.


Simulasi ini dilaksanakan di instalasi rawat jalan (IRJ), dan IGD. Turut dilibatkan petugas kesehatan IRJ dan IGD, serta petugas ambulan. Hal ini terkait dengan proses rujukan pasien COVID-19 dimana RSUD dr. Achmad Diponegoro tidak termasuk sebagai faskes yang merawat pasien dengan COVID-19.


Kegiatan ini dihadiri oleh direktur RSUD drg. Poltak Pandapotan Sianturi, M.Kes., Kabid Pelayanan Drs. Poltak Tambunan, Apt, Kabid Penunjang Dra. Wijayati, dan Kasi Pelayanan Medik Syamsuddin, SKM, Kasi Pelayanan Keperawatan Suprapto A.Md.Kep (Ria)