Perikanan dan Hasil Alam Sandaran Ekonomi Masyarakat

Kabupaten Kapuas Hulu merupakan daerah sub tropis yang masih asri alamnya. Disisi lain secara geografis Kapuas Hulu juga memiliki banyak anak sungai serta danau lindung yang dijaga kelestariannya oleh masyarakat.

Kedua hal tersebut menjadikan sektor perikanan dan hasil hutan bukan kayu menjadi sandaran ekonomi masyarakat di Bumi Uncak Kapuas. 

Bupati Kapuas Hulu,  AM Nasir SH mengatakan bahwa untuk sektor perikanan,  dapat dilihat dari hasil danau lindung. Danau lindung di Kapuas Hulu cukup banyak, beberapa diantaranya adalah danau Sunjung, Keliling, Pilin, Temeruang, Pengelang, Selogan dan Empangau. “Untuk danau lindung saja ada satu danau yang mampu hasilkan 15 ton ikan saat panen,” ujarnya, Senin (3/2/2020).

Kemudian ada juga danau yang menghasilkan dana untuk gaji guru dan beasiswa anak-anak disekitar lokasi danau lindung. Danau lindung di Kapuas Hulu bahkan ada yang dapat Kalpataru.

Disisi lain,  lanjut Bupati Nasir, potensi perikanan ada ikan arwana dan ikan semah. Keduanya menjadi komoditi ekspor dengan nilai jual cukup mahal. “Semah itu langganannya biasa dinegaran Malaysi, harganya bisa Rp 2 Juta per Kg. Selain itu ada ikan arwana yang hargnya Rp 2 jutaan untuk ukuran kecil, ” ujar Bupati. 

Komoditi hasil hutan bukan kayu juga ada yang menyentuh pasar luar negeri. Komoditi tersebut adalah madu dan tengkawang. “Madu dan Tengkawang juga banyak yang sudah ekspor, ” tuntas Bupati Nasir.  (yohanes)