Kasus Stunting Tersebar di 10 Kecamatan

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, H. Abang Mohammad Nasir, S.Sos menuturkan pihaknya telah melakukan sampeling terkait masalah stunting (kerdil) di Kapuas Hulu. Dari objek-objek yang telah dilakukan sampeling masih banyak anak dan balita yang stunting. “Kami memilah stunting dalam beberapa kategori, diantaranya anak dan balita,” paparnya saat menghadiri kegiatan di Bappeda Kapuas Hulu, belum lama ini.

Apabila ditotalkan, Nasir memaparkan ada 10 kecamatan yang balita dan anak-anaknya masuk kategori stunting. Anak stunting banyak ditemukan di kecamatan Bunut Hilir, Selimbau, Jongkong dan Embaloh Hilir. “Kita juga agak bingung pada hal ini daerah protein tinggi tapi banyak didapati kasus stunting. Sementara untuk balita stunting banyak ditemukan di kecamatan Selimbau, Embaloh Hilir, Bika, Mentebah, Seberuang, Empanang, Semitau dan Boyan Tanjung,” ucapnya.

Menurut Nasir, banyak faktor yang menyebabkan anak-anak dan balita jadi stunting. Namun yang utama dalah kurangnya nutrisi saat 1000 hari awal kehidupan bayi. “Stunting bisa terjadi karena faktor pengasuhan yang kurang baik. Misalkan pada 0-6 bulan tidak dapat asi, lalu kurangnya Prilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kemudian ibu dari sang bayi mengabaikan mengkonsumsian zat besi dan saat anak umur 0-5 tahun tidak terpantau kesehatannya,” ungkap Nasir.

Terkait dengan keakuratan data sampeling stunting, menurut Nasir, data pihaknya sudah cukup valid. Pasalnya dari total anak dan balita yang ada di Kapuas Hulu, hanya beberapa desa saja yang belum terdata. ” Dari 278 desa, ada Lima desa belum terdata karena anggaran tidak cukup. Desa yang belum terdata diantaranya Hulu Kapuas, Tanjung Lokang dan Bungan Jaya,” tuntas Nasir. (yohanes)