Launching BPNT, Pemda-KH Harapkan Jumlah KPM Menurun

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kapuas Hulu melauncing program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Surau Al-Mutadin, jalan Danau Kayan, kecamatan Putussibau Utara, Selasa (19/11). Kegiatan tersebut dibuka Pjw Sekda Kapuas Hulu, Abang Chairul Saleh.

Pada kesempatan itu, Pjw Sekda menegaskan bahwa Pemda Kapuas Hulu mendukung kegiatan BPNT dari Pemerintah Pusat. “Kami berharap semoga kegiatannya bisa berjalan dengan lancar. Kita juga sudah memberikan informasi agar mendorong Dinas Sosial yang berkerjasama dengan Bulog untuk merealisasikan BPNT ini sesegera mungkin,” tegasnya.

Pjw Sekda menjelaskan bahwa BPNT sedikit berubah dari program sebelumnya. Dalam penyaluran kali ini menggunakan sistem e-warung dalam memberi bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Untuk estemasi BPNT ini perbulannya Rp 110.000,-/KPM. Kalau berupa komoditi, KPM hanya bisa menukarkannya ke komoditi beras dan telor saja,” ucapnya.

Berkaitan dengan jumlah KPM, Pjw Sekda menegaskan bahwa Pemerintah sangat berharap jumlahnya terus berkurang. Artinya tingkat kemiskinan di Kapuas Hulu terus menurun. “Kalau sekarang keluarga penerima manfaatnya 12000an lebih, Pemda berharap tahun depan berkurang jadi 10000an tahun depan. Bantuan ini hanya stimulan untuk meringankan beban, Pemda tentu akan terus berupaya mendorong warga yang tidak mampu untuk bekerja dan produktif sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya sendiri,” tuntas Pjw Sekda.

Kepala DSP3AP2KB Kapuas Hulu, Martha Banang menambahkan bahwa BPNT sebetulnya merupakan program lama. Sebelumnya nama program ini Rastra (Beras Keluarga Sejahtera) namun berganti ke BPNT. Untuk Kapuas Hulu ada 12830 KPM yang menerima bantuan tersebut. Penyalurannya tetap dilakukan per satu bulan, dimana KPM mendapat Rp 110.000,-/ bulan. “Karena kartu untuk KPM tersebut sudah selesai jadi hari ini kita launching, semoga seterusnya penyaluran bantuan bisa lancar,” kata Martha.

Dalam penyaluran, kata Martha, BPNT memang bergantung pada jaringan telekomunikasi. Bagi lokasi warga yang blank spot, KPM akan diarahkan pada lokasi terdekat yang memiliki sinyal. Kemudian mobil EDC yang dimiliki perbankan yang bekerjasama dalam program ini akan datang kesana. “Sejauh ini ada 69 mesin EDC dan 69 e-warung yang disebar ke 23 kecamatan se Kapuas Hulu,” tuturnya.

Demikian sistem ini, kata Martha, masyarakat KPM bisa langsung berbelanja di e-warung, sebab disana sudah tersedia beras dan telur oleh Bulog Putussibau.

“Jadi KPM tidak boleh pindah warung, harus belanja di e-warung yang sudah ditunjuk Pemerintah. Ini tujuannya agar KPM betul-betul memanfaatkan dana tersebut sesuai peruntukannya, bukan untuk beli yang lain,” tuntasnya. (yohanes)