BPBD Kapuas Hulu Bina MPA Desa Nanga Suhaid

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA), sebagai mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat desa terus diperkuat. Hal ini dilakukan dengan peningkatan kapasitas MPA melalui pembentukan dan pembinaan MPA.

Keterbatasan SDM Pemerintah, maka perlu melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan, sehingga lahirlah MPA. Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai pendukung penting dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, perlu diberikan pembinaan terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara rutin dan berkesinambungan.

Pembinaan ini bertujuan untuk menguatkan kelembagaan dan meningkatkan kapasitas MPA dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan Manggala Agni pun melakukan pembinaan terhadap beberapa kelompok MPA yang telah terbentuk, salah satunya MPA di Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid. Pembinaan ini disertai dengan pelatihan digedung pertemuan desa nanga suhaid yang melibatkan 30 orang anggota MPA yang terbagi menjadi 2 regu. Pembinaan dan Pelatihan oleh BPBD dan Manggala Agni dilakukan selama 2 hari, yaitu tanggal 28 – 29 oktober 2019.

Kasi Kesra kecamatan suhaid, Made Dunye berharap setiap anggota MPA dapat mengikuti pembinaan dan pelatihan dengan serius agar nantinya bisa berperan aktif dalam setiap upaya pengendalian karhutla baik dalam upaya pencegahan atau pemadaman.

Selama kegiatan disampaikan materi terkait Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ), Peraturan dan Perundangan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, teknik pemadaman kebakaran hutan serta search and rescue, karena melalui pembinaan dan pelatihan MPA ini diharapkan peserta bisa memahami materi dan lebih terampil dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya sehingga kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalisir.

Kegiatan ditutup dengan pelatihan pemadaman kering dan basah yang memicu semangat anggota MPA untuk siap menghadapi karhutla jika itu terjadi.