RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau Gelar Sosialisasi Hari Stroke Sedunia

Putussibau, Info Kapuas Hulu – Selasa, (29/10/2019 )RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, gelar Sosialisasi Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada tanggal tersebut. Hari Stroke diperingati sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman penyakit stroke.

Mengusung tema “Otak Sehat, SDM Unggul” spesialis penyakit syaraf dr. Toar Fitzgerald Mamuaja, Sp. S  dan dokter internship dr. Stevanus E.N. S. menyampaikan kepada masyarakat seputar apa itu stroke.

Stroke adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh pembuluh darah ke otak, baik berupa penyumbatan pembuluh darah ke otak atau berupa pecahnya pembuluh darah yang muncul secara mendadak.

Gejala stroke dapat terjadi dengan mudah, terjadinya gangguan penglihatan, wajah lumpuh sebelah, susah bicara, bagian lengan, dan kaki lunglai.

Penyakit stroke menududuki peringkat ke dua di dunia penyebab kematian tinggi, terutama di negara-negara maju. Selain itu menyebabkan tingkat kecacatan yang tinggi.

Dokter Stevanus menyampaikan, tiap tahunnya ada orang yang menderita stroke. Sejumlah 5.5 juta orang atau 30 persen meninggal karena stroke.

Berdasarkan penelitian terakhir, data WHO menyimpulkan bahwa, dari 4 (empat) orang yang ada di dunia 1 (satu) orang pernah terkena stroke dalam seumur hidupnya.

Sedangkan pada tekanan darah tinggi menyumbang hampir 70 persen stroke.

Sementara itu, dokter Toar menyampaikan, kasus stroke pada usia muda berbeda dengan stroke usia tua yang lebih banyak ke genetik, di usia muda lebih banyak disebabkan karena gangguan pembuluh darah, ataupun karena makan pola-pola hidup yang sudah berubah.

Perubahan perilaku anak zaman dulu dengan yang sekarang juga menjadi salah satu faktor terjadinya stroke pada usia muda.

Namun semakin tinggi usia, semakin rentan terkena penyakit stroke. Stroke dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Untuk itu dokter Toar, di Hari Stroke Sedunia menghimbau untuk jangan stroke dan ikuti rambu-rambu agar tidak terkena stroke.

“Ibarat di jalan raya, yang berjalan ditrotoarakan lebih aman dibanding dengan yang di tengah jalan. Meskipun tidak selamanya mengikuti rambu-rambu lalu lintas akan selamat. Akan tetapi menurunkan angka kejadian,” ujarnya.

“Himbauan itu ibarat mengikuti aturan-aturan di jalan raya, begitu juga dengan menghindari stroke. Mulailah kebiasaan gaya hidup sehat,” lanjutnya.   

Menghentikan kebiasaan merokok, lakukanlah olahraga setiap harinya, menjaga pola makan yang seimbang, pantau berat badan, periksakan tensi darah secara rutin, serta kenali gejala dan kontorl risiko diabetes. (Ria).