Gelar Desa Santri Sangat Cocok Untuk Desa Tanjung, Berikut Penjelasannya

Facebook
Twitter
LinkedIn

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Desa tanjung adalah salah satu desa di Kecamatan Suhaid, yang terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Tanjung Hulu dan Tanjung Hilir. Saat ini Desa Tanjung dipimpin oleh Kepala Desa bernama Lie.

Sejak beberapa bulan terakhir, Desa Tanjung diviralkan dengan aktivitas yang tidak biasa, jangan heran jika berkunjung ke desa tersebut pada saat malam hari khususnya setelah sholat isya akan tampak sepi, bukan karena masyarakat sudah tidur, tapi masyarakat dengan semua kalangan usia dan berbagai profesi mengikuti pengajian belajar Al qur’an.

Sebenarnya pengajian tersebut sudah dimulai sejak 6 tahun silam. Sebut saja santri yang mengaji disitu. Kala itu bermula dari belasan orang, dan hanya sebatas anak sekolah. Namun berjalannya waktu, jumlah santri terus bertambah hingga saat ini mencapai lebih 200 santri.

Tempat yang digunakan untuk mengaji adalah rumah milik Thaib yang merupakan perintis pengajian santri sekaligus guru ngaji tersebut dan tempat itu pun cukup sederhana, untuk santriwati dengan ukuran tempat kurang lebih 4×4 meter, dan santriwan ukuran 4×8 untuk menampung santri sebanyak itu. Hal ini bukan karena tidak diperhatikan pemerintah setempat tapi alokasi dana untuk pembangunan TPA baru bisa terealisasi pada tahun 2019 ini dan itu merupakan hasil musdus tanjung hilir pada tahun 2018.

Lie selaku Kepala Desa menuturkan, pembangunan TPA akan dilaksanakan pada tahun ini, dan kita berharap TPA tersebut sebagai sarana pengajian untuk santri tersebut yang selama ini telah kita wacanakan sebelumnya.(31/7/2019).

Ditemui dikediamannya, bahkan saat itu kami melihat langsung kegiatan pengajian, Thaib menjelaskan tujuannya mendirikan pengajian tersebut.

“Kami berharap melalui pengajian ini bisa melahirkan hafidz dan hafidzah, dai serta ulama yang nantinya akan bisa memberikan manfaat dalam bidang keagamaan dimasyarakat sehingga bisa meminimalisir bahkan menghilangkan kemaksiatan didaerah kita, kami sengaja membuat suasana pengajian senyaman mungkin agar santri ini tidak menganggap belajar agama sebagai suatu beban tapi suatu kebutuhan sehingga kedepannya saya berharap didaerah kita ada pesantren.”

Thaib menambahkan, setiap hari ada santri yang setor hafalan surah al qur’an, bahkan petugas sholat jum’at dari kalangan santri disini.

Darmawan selaku anggota PHBI Masjid Baiturrahman desa tanjung mengatakan, pengajian ini merupakan langkah terbaik dalam mencegah sekaligus menghadapi pengaruh dari hal – hal negatif yang bisa dilakukan anak muda, maka kami mensupport kegiatan pengajian ini terus dilakukan.

Darmawan juga menambahkan, Kehidupan Sosial Masyarakat,Tumbuh kembang Pemuda dan Remaja dalam pergaulannya yang berada dalam perkembangan zaman modern (zaman Digital) yang mungkin bisa menimbulkan dampak negatif.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan pengajian tersebut akan memberikan semangat /support yang positif bagi generasi penerus sehingga pengajian tersebut menjadi budaya yang Berakhlaqul karimah, budaya yang santun, baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat”.

Berita Lainnya

BAPPEDA Hadiri Gawai Dayak Di Desa Gurung

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA ) Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau,S.H.,M.Si menghadiri acara “Ngihup Kenelang” atau gawai dayak di dusun gurung,

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy