Menjala Ikan Masih Menjadi Mata Pencaharian Masyarakat Pesisir Kapuas

Selasa, 5 Januari 2021

By. Nurhijria Maharani

Kekayaan alam bumi Uncak Kapuas adalah salah satu sumber kekuatannya. Alam memberikan keberkahan bagi orang yang tinggal di sana.

Menangkap ikan masih menjadi mata pencaharian masyarakat di pesisir sungai Kapuas. Tak terkecuali masyarakat pesisir Kapuas yang berada di kota Putussibau.

Sebagian masyarakat ini menjual ikan hasil tangkapannya. Dengan berjalan kaki menyusuri pemukiman warga sekitar rumah. Mengais rezeki dari ikan tangkapannya.

Salah satunya Mak Jumi, begitu ia akrab disapa oleh kami. Setiap paginya wanita paruh baya ini menenteng ikan yang masih segar dalam kemasan plastik putih dan sebagian diikat menggunakan rotan. Berangkat dari tempat tinggalnya yang terletak di tepian sungai Kapuas, Mak Jumi menjual hasil ikan.

Ia berjualan keliling menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah pada warga sekitar yang tak jauh dari rumahnya. Selain dijual, ikan hasil tangkapan Mak Jumi juga dipelihara dalam tambak yang dipasang pada tepian jamban miliknya.

Ikan  hasil tangkapannya dijual dengan harga bervariasi. Tergantung dari jenisnya. Untuk ikan nila dihargai Rp45.000-Rp50.000 per kilonya, begitupula dengan ikan patik. Sementara untuk ikan halus seperti seluang, dijual dengan harga hanya Rp10.000 perbungkus.

Ikan seluang sendiri memiliki harga yang relatif murah dengan kandungan gizi yang tinggi .Tak hanya digoreng, ikan halus ini biasanya dibuat bakwan ikan yang renyah ketika dikunyah ataupun diolah menjadi peletuk yang sangat lezat. Selain digoreng ikan ini juga biasa dimasak asam pedas yang di campur tempoyak durian dan semakin lezat jika dilengkapi dengan sambal terasi.

an.