PIP Bantu Pelajar Pada Masa Pandemi Covid-19

Proses pendidikan di masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membutuhkan biaya ekstra dari para orang tua murid. Setidaknya untuk membeli kuota internet, disamping kebutuhan sekolah sang anak lainnya. Pemerintah Indonesia sendiri telah menerapkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu siswa yang kurang mampu.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Kapuas Hulu, Hj. Sri Siti Haslindar menuturkan program PIP di kabupaten Kapuas Hulu tetap berjalan. Perombakan program yang terjadi di masa Pandemi Covid-19, tidak berimbas pada PIP. “PIP masih berjalan itu tetap disalurkan, tidak berubah programnya,” ujar Sri, Selasa (13/10/2020).

Sri menjelaskan program yang berubah pada masa pandemi dominan program daerah, sementara program PIP merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. PIP merupakan program pemberian bantuan tunai melalui Kartu Indonesia Pintar kepada anak sekolah usia 6-21 tahun yang kurang mampu, pemilik kartu keluarga sejahtera, mauk dalam program keluarga harapan, yatim piatu, penyandang disabilitas. “PIP merupakan program penyempurnaan dari program Bantuan Siswa Miskin,” ujarnya.

Menurut Sri, penerima PIP harus memiliki KIP serta terdaftar dalam data pokok pendidikan yang ada di Satuan Pendidikan masing-masing. Dana tersebut kemudian dapat dicairkan oleh pelajar yang bersangkutan di bank yang sudah ditunjuk. “Program ini prosesnya langsung dari siswa bersangkutan ke Kemendikbud, kami hanya melaporkan tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan di daerah,” terangnya.

Sri berharap siswa yang mendapat PIP betul-betul memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar, tidak menggunakannya untuk hal-hal diluar ketentuan. “Saya himbau agar pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bukan untuk hal lain,” imbau Sri. (yohanes)