Ditengah Pandemi Covid-19, Program Kegiatan Bidang Kesmas Tetap Dimaksimalkan

Kendati ditengah pandemi virus corona (Covid-19), bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tetap fokus mengupayakan setiap program kegiatan berjalan dengan baik. 

Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kapuas Hulu Ade Hermanto, S.KM memastikan jika tiga seksi yang ada di bidangnya itu telah melakukan strategi pelayanan yang baik kepada masyarakat, sehingga program yang ada bisa dicapai sesuai target.

Misal kata Ade, Seksi Kesehatan keluarga, telah melakukan monitoring dan evaluasi program secara online, kemudian dibuatnya kelas ibu hamil, monitoring sasaran yang dilakukan setiap Puskesmas.

“Bidan kordinator Puksesmas membuat group WA, apabila ada ibu hamil beresiko tinggi berdasarkan laporan di group WA, maka bidan penanggungjawab akan melakukan kunjungan ke rumah masing-masing menggunakan APD, dan melakukan pemeriksaan ke ibu hamil atau ANC (Antenatal Care)” terang Ade Hermanto, Kamis (7/5/2020).

Selain itu kata Ade, ada juga group WA tablet tambah darah guna melihat ketersediaan tablet tambah darah di rumah ibu hamil yang bersangkutan.

“Kemudian akan dibuat jadwal ibu hamil untuk berkunjung ke Puskesmas, agar tidak terjadi antrian yang panjang,” jelasnya.

Ada juga Puskesmas yang melakukan ANC pada sore hari, setiap sekali seminggu dan ibu hamil diinformasikan melalui media sosial. 

Selain itu tambah Ade, dilakukan juga kegiatan  kunjungan ke rumah dengan sasaran anak sekolah dengan tetap menggunakan APD.  

“Khusus untuk pelayanan ibu bersalin kata Ade lagi, seksi Kesehatan Keluarga sudah mulai membuat chamber, ruang atau pengaman, dalam upaya mencegah Covid-19 yang akan dibagikan ke Puskesmas berstandar untuk menolong persalinan

Sedangkan pada seksi gizi, monitoring dan evaluasi sudah dilaksanakan sebelum terjadi Covid-19 di Indonesia, dan stelah Covid-19 ditetapkan sebagai KLB di Kapuas Hulu, maka monev dilaksanakan online dan via m WA group, dengan  tetap mengoptimalkan melakukan surveylen pada kelompok rawan pada ibu hamil, anemia, balita gizi buruk dan lain-lain.

“Kemudian melakukan kunjungan rumah untuk pemantauan gizi masyarakat dan melakukan PMT dengan tetap bekerja sesui protokol Kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Ade 

Dikarenakan pemantauan pertumbuhan bayi balita di Posyandu tidak bisa dilakukan, maka kata Ade para petugas gizi Puskesmas melakukan kunjungan rumah yang fokus pada kelompok rawan gizi agar tidak jatuh pada kondisi lebih parah atau gizi buruk.

Untuk kegiatan Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, monitoring dan evaluasi sudah dilakukan ke Puskesmas, sebelum pandemi Covid-19, setelah KLB maka monev dilaksanakan via online atau WA group.

“Untuk kegiatan pemantauan pertumbuhan balita, karena Posyandu tidak bisa dilakukan untuk mengumpulkan orang banyak, petugas kesehatan Puskemas melakukan kegiatan jemput bola untuk pemantauan pertumbuhan balita ke rumah-rumah,” terang Ade.