HASIL RAPID TEST REAKTIF, 1 WARGA SEMITAU SEDANG JALANI ISOLASI MANDIRI

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Covid 19. Tiga warga Kecamatan Semitau telah menjalani tes cepat (rapid test) COVID-19 di Puskesmas Semitau pada hari Senin tanggal 27/4/2020.

gambar ini hanya contoh alat rapid test

Kepala Puskesmas Semitau, M. Saleh, A. Md. Kep. membenarkan ada pasien reaktif, dan mengatakan bahwa proses rapid test tersebut telah dilaksanakan sejak senin lalu.

” Mereka satu keluarga yang merupakan warga semitau tapi memiliki rumah dipontianak, untuk hasil ke-3 orang itu, sebagai berikut, sebanyak 2 orang Non Reaktif (negatif ) dan satu orang Reaktif yaitu yang berusia 11 Thn (lk).” Rabu (29/4/2020).
paparnya kepada Kim Entugan Hulu saat dikonfirmasi melalui telpon.

Saleh menuturkan bahwa saat ini pasien sedang di isolasi mandiri dirumah dengan terus dilakukan pemantauan dan kontrol dari pihak puskesmas.

” Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Pontianak, dan sekarang sedang menjalani isolasi mandiri dirumah, namun pihak puskesmas terus lakukan pemantauan dan kontrol terhadap pasien.” Tuturnya

Dikutip dari laman Alodokter.com bahwa Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya. Oleh karena itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya.

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Semitau, Wan Meiyadi, yang merupakan Plt Camat Semitau berharap adanya sinergitas stakeholder dalam keterbukaan informasi agar penanganan pencegahan secara maksimal bisa dilakukan.

” Saya telah meminta stakeholder terkait digusus tugas covid 19 semitau untuk selalu update data baik itu PP, OTG maupun ODP agar tim lebih maksimal dalam upaya pencegahan, karena mengacu pada protokol kemenkes dan surat edaran gubernur dalam menentukan status seseorang, karena kita ini tim, bukan bekerja sendiri sendiri.” Ungkapnya.


Kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah corona yang sedang melanda negara kita, kita harus tetap tenang, dan jangan panik dan jangan resah, serta jangan mengucilkan pasien maupun keluarganya, karena reaktif dari rapid test belum dipastikan positif corona, tapi kita harus support dukungan moral demi kesembuhan pasien.