KHAWATIR DAMPAK VIRUS CORONA MELUAS, DANRAMIL SUHAID INSPEKSI SEMBAKO

ByentuganhuluPosted on March 25, 2020COMMENTS

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Ditengah maraknya pemberitaan mengenai wabah virus corona yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah, disinyalir berdampak pada perekonomian masyarakat, yang mengakibatkan kelangkaan sembako atau mencegah adanya oknum yang dengan sengaja menimbun atau menaikkan harga barang sehingga harga melonjak tinggi.

Menyikapi hal tersebut, disela waktu sosialisasi pencegahan virus corona, Danramil suhaid Kapten Inf. Abbas bersama Camat dan tim covid 19 suhaid melakukan operasi ke sejumlah Toko Sembako di desa tanjung kecamatan suhaid selasa 24/3/2020 untuk memonitor kemungkinan adanya kenaikan harga maupun penimbunan sembako yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja mengambil keuntungan dengan memanfaatkan masa social distancing wabah virus corona, sehinggga akan berdampak mahal dan langkanya bahan sembako yang dikhawatirkan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Pengecekan beras

Menurut Kapten Inf. Abbas, inspeksi yang dilakukan tidak ditemukan penimbunan dan kelangkaan sembako.

“Toko yang kita cek kemarin belum ada kelangkaan sembako, persediaan masih cukup dan diperkirakan sampai sebulan ke depan.” Ungkap Danramil via whatsapp kepada kim entugan hulu. (25/03).

Pengecekan makanan kaleng / botol
Pengecekan asal gula

Abbas menjelaskan, harga sudah mulai naik bervariasi pada tiap jenis barang, gula pasir misalnya ada yang jual Rp.17.000 dan Rp18.000 dari harga sebelumnya Rp. 14.000, beras premium naik rata – rata Rp 500 – Rp 1.000/kg, mie instant naik Rp 2.000 – Rp 5.000 / Dus. Memang kelangkaan bisa saja terjadi bila pemasok / suplayer stop memasukkan barang pada toko – toko besar.

Selain itu, Kapten Inf Abbas berpesan agar pelaku usaha bisa terus bijak dalam melakukan usahanya dan bisa menyikapi kondisi saat ini ditengah wabah virus corona yang sedang menjadi fokus pemerintah, agar tidak meresahkan kalangan masyarakat dalam menetapkan harga sembako.