Bupati Buka Sosialisasi Budaya Politik Santun

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH membuka kegiatan sosialisasi budaya politik santun di kabupaten Kapuas Hulu tahun 2020, di aula Bank Kalbar Putussibau, Selasa (10/3/20). Sosialisasi yang dimotori Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan, pelajar dan organisasi keagamaan. 

Dalam kegiatan itu, Bupati Nasir mengatakan masyarakat di Kapuas Hulu sangat harmonis. Namun pada momen Politik kadang santunnya hilang. “Nah, Kapuas Hulu saat ini adalah salah satu yang melaksanakan Pilkada, momen politik. Untuk itu sosialisasi ini penting untuk mengingatkan kembali pada kita semua tentang politik santun, kegiatan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Bupati. 

Terkait Pilkada, kata Bupati telah jadi agenda lima tahunan. Saat ini tahapan Pilkada sudah berjalan dan akan ada calon-calon yang mendaftar ke KPU. “Kegiatan hari ini bagian dari upaya mensukseskan Pilkada tersebut,” ucap Bupati. 

Selama ini,  kata Bupati, partisipasi politik di Kapuas Hulu berada di angka 70an persen. Sebab itu, Bupati juga berharap dengan sosialisasi politik santun bisa meningkatkan partisipasi tersebut. “Kami harapkan kegiatan ini beri manfaat, terutama bagi pemilih pemula,” ungkap Bupati. 

Hal lain yang patut menjadi perhatian bersama, kata Bupati, terkait dengan pemanfaatan medsos saat Pilkada. Jangan sampai hal tersebut dimanfaatkan untuk hoax. “Ini penting juga di medsos, jangan sembarangan memposting hoax. Kita mencari pemimpin berkualitas dan cerdas, dengan cara yang benar,” tuntasnya. 

Sementara itu Pelaksana Kegiatan Sosialisasi, Kesbangpol Prov Kalbar, A.Caha menuturkan bahwa pejabat pelaksana teknis kegiatan dari Kesbangpol Provinsi Kalbar menyampaikan, etika politik santun menjadi hal penting dalam prosesi pemilihan umum.

Pengembangan politik ditujukan pada pengembangan etika dan moral. Dalam mewujudkan kehidupan politik yang kondusif, budaya politik merupakan pegangan penataan politik yang diarahkan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Etika itu penting dalam politik modern dan demokrasi. Etika harus berdasarkan pada pemahaman bahwa manusia itu sederajat, memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, ” ujarnya. 

Caha mengingatkan kepada masyarakat Kapuas Hulu agar selalu menerapkan etika politik dengan politik santun, cerdas dan bersih. “Disamping itu kita harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok,” tuntasnya. (yohanes)