Pelatihan Kader Dasar (PKD) Sebagai Dasar Kepenulisan Anggota FKIM STIT Iqra’ Kapuas Hulu

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa yang Akademis dan Religius, Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa (FKIM) STIT Iqra’ Kapuas Hulu mengadakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) sebagai dasar kepenulisan Anggota FKIM STIT Iqra’ Kapuas Hulu.

PKD dibuka secara resmi oleh Nasution yang mewakili kepala STIT Iqra’ Kapuas Hulu pada hari minggu, 1/3/2020. Dalam sambutannya Nasution mengatakan kedepan FKIM akan tetap hidup dan tidak mati suri lagi. Karena FKIM sebelum-sebelum ini Vakum tidak ada kegiatan selayaknya mati, dan sekarang FKIM sudah mulai hidup dan bisa memperkenalkan kampus STIT Iqra’ Kapuas Hulu kepada masyarakat Kapuas Hulu khususnya.

PKD memiliki 10 peserta yang seharusnya hadir, namun karena adanya halangan yang terjadi dan tidak bisa di tunda oleh sebagian peserta sehingga jumlah peserta yang bisa hadir adalah 8 orang, antara lain; Rajifah, Aisyah, Pitriyana, Usmardan, Ali Usman, Muhmudin, Sinta Dewi Bastian, dan Nur Asmi Saputri. Seluruh peserta ini adalah anggota dan pengurus dari FKIM STIT Iqra’ Kapuas Hulu.

Di dalam kegiatan PKD tahun 2020 ini memiliki beberapa materi yang laksanakan yaitu ada 4 materi.  Yang pertama adalah Materi tantang Peran Organisasi Dalam Dunia Global yang di sampaikan oleh Hardimansyah, M.Pd. materi kedua yaitu tentang kepemimpinan yang di sampaikan oleh Sarono Wijio, S.Sos.I.,M.Pd. yang ketiga adalah tentang kejurnalis yang di sampaikan oleh Fajar Bahari, dan yang terakhir yaitu materi tentang keadministrasi yang disampaikan oleh Sayful Yana.

Rajifah selaku ketua FKIM STIT Iqra’ Kapuas Hulu berharap untuk menambah pengetahuan kepada pengurus serta anggota tentang FKIM serta memberikan gambaran, guna untuk melanjukan program FKIM yang selanjutnya.

“Kedepannya ia berharap di dalam penulisan harus di teliti sebaik mungkin dan sesuai dengan kaidah kaidah Bahasa indonesia, karena suatu ketelitian itu penting. Dan jangan cepat merilisnya tanpa memperhatikan segala kesalahan-kesalahan pada kata.” Ujar Fajar Bahari.