Dorong Pendapatan Dari Sektor Ekspor Dari Kapuas Hulu

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Malaysia. PLBN tersebut menjadi sumber pendapatan negara, karena sering terjadi arus ekspor CPO oleh Perusahaan Kelapa Sawit ke Malaysia. 

Inpektur V Inspektoral Jendral Kemenkeu RI, Raden Patrick Wahyuwisaksono telah meninjau PLBN Badau, kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (11/2/2020) lalu. Peninjauan tersebut untuk memastikan sektor ekspor dari pintu batas negara Indonesia-Malaysia yang ada di Badau. 

“Kami ingin pelayanan di Badau semakin baik. Terkait hal ekonomi bisa kita koordinasikan secara baik,” ujarnya. 

Disisi lain, kata Patrick keselamatan bangsa tetap harus terjaga. Pintu batas harus diawasi ketat agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menghancurkan bangsa Indonesia.  “Kita khawatir masuknya narkoba, senjata atau bahan peledak. Itu harus dicegah, ” tegasnya. 

Untuk pendapatan eksport di Kapuas Hulu, kata Patrick, itu bisa didukung dokumen dari Bea dan Cukai. Namun seiring dengan hal itu, perlu juga dilengkapi dengan pola pelayanan dan sarana prasarana yang mendukung. 

“Untuk itu saya mau lihat akses, layanan dan fasilitas di Badau, maka saya turun kesana,” ujarnya. 

Patrick menegaskan, dari Kemenkeu akan terus mendorong peningkatan pendapatan negara.  Salah satunya dari ekspor yang ada potensinya di Kapuas Hulu.