Penghapusan Ujian Nasional Belum Diterapkan di Kapuas Hulu


Kemeneterian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mewacanakan penghapusan Ujian Nasional (UN). Kebijakan tersebut belum terealisasi di tahun 2020 ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi mengatakan kebijakan penghapusan UN oleh Kemendikbud memang sudah dipersiapkan oleh kementerian terkait. Hal tersebut tentunya berdasarkan pertimbangan khusus dari perkembangan dunia pendidikan saat ini.

“Akan tetapi UN untuk tahun ini belum ada penghapusan. Kebijakan penghapusannya ada di tahun 2021,” tutur Kusnadi, Senin (10/2/2020).

Untuk tahun 2020, UN di Kapuas Hulu tetap berjalan. UN tersebut ada yang berbasis kertas pensil ada yang berbasis komputer. “Untuk Kapuas Hulu belum semuanya berbasis komputer,” tuturnya.

Disinggung terkait isu kebijakan tidak ada penundaan kenaikan kelas, Kusnadi menuturkan hal tersebut belum di instruksikan. Menurut, Kusnadi akan lebih baik apabila sistem kenaikan kelas tetap bergantung pada guru. “Sebab mereka yang berkompetensi menilai perkembangan kemampuan siswa,” ujar Kusnadi.

Hal terpenting, menurut Kusnadi adalah guru yang harus dipersiapkan menjadi tenaga profesi yang profesional. Apabila dia seorang guru matematika maka mengajarnya ya mata pelajaran tersebut. “Namun karena keadaan memang ada guru matematika disuruh megajar bahasa inggris. Kalau guru SD itu memang ditentukan sebagai guru kelas yang mengajar seluruh mata pelajaran,” ungkap Kusnadi.

Kusnadi berharap kedepan selain mekanisme pendidikan yang berubah, sumber daya manusia untuk pendidiknya juga perlu diperhatikan. Dengan tenaga pendidik yang profesional akan menghasilkan generasi penerus yang berkualitas. “Kita berharap dunia pendidikan baik secara nasional maupun di daerah kita dapat terus berkembang kearah yang lebih baik. Ini sangat penting untuk investasi bangsa kita kedepan,” tuntas Kusnadi. (yohanes)