PEDAGANG ASONGAN MENGAIS REZEKI DI KERAMAIAN

Laporan KIM Entugan Hulu

Hartiā€™ah

Informasi suhaid. Tuhan menciptkan makhluk hidup dengan menjamin rezekinya. Bagi manusia untuk mendapatkan rezeki harus bekerja terlebih dahulu. Bagi pekerja kantoran rezeki sudah ada jatahnya untuk setiap bulan dari perusahaannya.

Bagi pedagang asongan rezeki tidak menentu tergantung dari jumlah pembeli. Adanya kegiatan Porseni Kecamatan Suhaid pekan lalu. Senin (27/1/2020), momentum keramaian seperti ini ternyata di manfaatkan oleh segelintir orang untuk berbisnis, banyak pedagang asongan bermunculan dan ramai berjualan disekitaran area perlombaan mulai dari makanan, minunan dan pernak pernik lainnya karena banyaknya masyarakat yang ingin menonton. Keuntungan dari berdagang bisa digunakan untuk menambah asap yang mengepul di dapur. Selain itu untuk kebutuhan anak-anaknya disekolah.

Kejelian melihat peluang menjadi penting dan menentukan, jika pelaku bisnis ini ingin mendapatkan omzet yang lebih banyak dari keberadaan pengunjung yang pada umumnya hadir dan telah mempersiapkan uangnya untuk berbelanja.

Kak Ramlah dan kak Ani merupakan dua di antara banyak pedagang dadakan yang juga tak mau ketinggalan meraup rezeki di acara Porseni Kecamatan Suhaid pekan lalu. Kak Ramlah dan kak Ani yang biasa berjualan di kantin sekolah kini menggelar dagangannya di sekitaran lapangan sepak bola angkatan muda Kecamatan Suhaid selama sepekan. Pengunjung yang tak hanya dari Desa Nanga Suhaid saja tapi juga dari Desa-Desa lain yang tentunya berpotensi untuk meraup keuntungan lebih banyak dari biasanya.