MENGABDI DENGAN HATI DI BATAS NEGERI

Putussibau – Malang tak dapat dielak, mujur tak dapat diraih. Peribahasa yang berarti segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan. Akan tetapi kehendak Sang Maha Pencipta.

Begitu pula dengan musibah yang menimpa makhluk, adalah ketentuan Tuhan. Musibah adalah ujian hidup yang dialami seseorang, karena dalam menjalani hidup tidak terlepas dari ujian yang sejatinya menuntuk untuk naik kelas.

Banyak umat manusia yang ketika diberikan ujian, ada yang menerimanya dengan hati lapang, dan segera bangkit dan melangkah. Salah satunya adalah guru kontrak di batas negeri.

Dilansir dari sebuah postingan di akun Facebook Andika Pasti, yang mengisahkan tentang ketegaran seorang guru kontrak di daerah pedalaman bumi Uncak Kapuas.

Anjella Wika Sari (24 tahun) adalah guru kontrak di batas negeri. Dia mengabdi di SDN 01 Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Pada Juni 2019 yang lalu, ia mengalami kecelakaan tunggal. Dia bersenggolan dengan mobil.

Akibat kecelakaan tersebut, dia harus mengalami operasi dikarenakan paha kanannya patah.

Ela, begitu panggilan akrabnya, terpaksa duduk di kursi roda, dan sudah 6 (enam) bulan lamanya.

Kecelakaan ini juga menghapus mimpinya untuk segera menjadi sebagai pegawai negeri. Dia terpaksa tidak ikut melamar dan mengikuti tes PNS di daerahnya untuk saat ini.

Namun, kondisi yang dialami tak menghalangi niatnya untuk terus mengabdi.

Dia tetap mengajar agar anak didiknya menjadi orang pintar. Pagi-pagi ia di antar orang tuanya, siang dijemput pulang oleh orang2 tersayang.

Ituah Ela, guru kontrak di batas negeri. Dia mengabdi dengan hati. Salam dari batas negeri. (Ria).