Pedagang Pakan Ikan Di Nanga Suhaid Meraup Keuntungan 10 Juta Perbulan

Laporan KIM Entugan Hulu

Harti’ah

Informasi Suhaid. Nanga Suhaid adalah desa di Kecamatan Suhaid yang terdiri dari beberapa dusun. Sebagian besar masyarakat Suhaid bermatapencaharian sebagai nelayan. Tak hanya mengandalkan penghasilan dari profesi sebagai nelayan saja, masyarakat Suhaid pun telah sejak lama melakukan penangkaran ikan arwana untuk menambah pundi-pundi penghasilan mereka. Begitu banyaknya penangkaran ikan arwana membuat daerah ini dikenal dengan sebutan “bumi arwana”.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, penangkaran ikan arwana di desa Suhaid semakin marak dilakukan. Salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah faktor ekonomi. Banyaknya penangkar arwana memberi dampak positif bagi penjual pakan arwana. Salah satu penjual pakan ikan yang merasakan dampak positifnya adalah Sumarni warga Desa Kampung Masjid yang menjual kodok, ulat hongkong serta jangkrik di kiosnya. Sudah setahun terakhir beliau mengganti dagangan sembako di kiosnya dengan pakan ikan.

“Kalau jualan pakan ikan modal lebih cepat berputar kalau warung kan lama dan keuntungann juga sedikit, kalau jual pakan ini saya bisa meraih keuntungan rata-rata sembilan sampai sepuluh juta perbulan”. Jelas Sumarni saat kami temui di kiosnya, Senin (18/11/2019)

“Saya membuka kios dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam berusaha memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan dan berusaha untuk selalu ramah agar pelanggan selalu merasa nyaman saat berbelanja di kios kami”. Lanjutnya

Sebagai pedagang juga tak selalu mendapat keuntungan, resiko kerugian juga tak dapat di hindari, seperti yang di alami Sumarni kerap kali mendapatkan kerugian saat pakan dagangannya mengalami kematian. Dan beliau juga memberikan tips untuk selalu membersihkan pakan seperti mengganti air kodok 5-6kali sehari untuk meminimalisir kematian serta kerugian.