Pemda Kapuas Hulu Temukan Kasus Rabies di Silat Hilir

Facebook
Twitter
LinkedIn

Kasus rabies kembali ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Kasus terbaru ditemukan di desa Penai, Kecamatan Silat Hilir. Hal ini dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Rabies tahun 2019 yang diadakan di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (8/11) siang. Rapat dipimpin PJ Sekda Kapuas Hulu, H. Sarbani, M.A.P.

Pj Sekda Kapuas Hulu, H. Sarbani, M.A.P menuturkan ada kasus rabies di Desa Penai, Kecamatan Silat Hilir. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil uji lab terhadap kepala Hewan Penular Rabies (HPR) anjing yang telah menggigit warga. “Hasil labnya positif rabies,” tegas Sekda.

Terkait langkah Pemda Kapuas Hulu menyikapi permasalahan ini, kata Sekda akan ada vaksin anti rabies masal terhadap HPR di kecamatan Silat Hilir dan juga kecamatan lain yang terdapat kasus gigitan HPR. “Teknis pelaksanaannya telah disiapkan dan sudah dibahas dalam rakor tadi. Tim vaksinator juga sudah ada semoga segera bisa bergerak di lapangan,” tegasnya.

Kabid Perternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Maryatiningsih menuturkan bahwa kasus positif rabies tersebut dari hasil uji lab terhada HPR yang melakukan gigitan kepada anak dua tahun. Kejadian tersebut tanggal 17 September 2019. “Satu hari setelah kejadian pengigitan HPRnya ditangkap dan dijadikan sample untuk uji lab oleh Pemeritah Provinsi Kalbar, hasilnya positif rabies,” papar perempuan yang karib disapa Ningsih ini.

Terkait dengan korban gigitan, menurut Ningsih, kondisinya saat ini masih sehat. Sebab saat kejadian gigitan HPR langsung mendapat pelayanan dari Puskesmas setempat dan diberikan vaksin. “Korban gigitan alhamdulilah masih dalam keadaan sehat,” tegasnya.

Sejauh ini, lanjut Ningsih, ada 75 kasus gigitan HPR di Kapuas Hulu. Kasus gigitan tersebut tersebar di Kecamatan Badau, Seberuang, Silat Hilir, Empanang, Batang Lupar, Suhaid, Embaloh Hilir, Bunut Hulu, Mentebah dan Semitau. Terkait dengan vaksin anti rabies untuk hewan, kata Ningsih sudah tersedia 5000 vaksin bantuan dari Pemprov Kalbar. Untuk itu akan ada tindakan vaksin masal nantinya.

“Terkait gigitan HPR ini kami sudah bagi tiga zona, yaitu zona tertular (terdapat kasus rabies), zona terancam (ada laporan gigitan HPR namun tidak ditemui rabies) dan zona aman. Vaksinasi nantinya akan dibagi ke 6 wilayah, pada zona tertular dan terancam,” tegas Ningsih.

Ia pun menjelaskan upaya vaksinasi masal perlu diambil karena HPR selalu berkeliaran setelah menggigit korbannya. Hal tersebut membuat potensi penularan semakin meluas, sebab itu harus dicegah dan memvaksin semua HPR. “Untuk vaksinasi kami sudah siap tenaga vaksinator yang sudah terlatih. Ini tinggal dukungan anggaran saja dari Pemerintah,” tuntasnya. (yohanes)

Berita Lainnya

BAPPEDA Hadiri Gawai Dayak Di Desa Gurung

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA ) Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau,S.H.,M.Si menghadiri acara “Ngihup Kenelang” atau gawai dayak di dusun gurung,

info.kapuashulukab.go.id | develop by Diskominfotik Kapuas Hulu | © 2019  | Privacy Policy