Penyebaran Aplikasi SIMRS Khanza

Putussibau, Info Kapuas Hulu – Windiarto Nugroho merilis tentang penyebaran aplikasi SIMRS Khanza pada tanggal 15 Oktober 2019. Hingga saat ini, ada sekitar 800 Rumah Sakit yang sudah bergabung menggunakan SIMRS Khanza.

Ini berarti, ujar Windiarto yang mengembangkan aplikasi ini, sepertiga dari seluruh Rumah Sakit di Indonesia sudah menggunakan aplikasi SIMRS Khanza, belum termasuk Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertama dan dokter keluarga.

RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau salah satunya telah menggunakan aplikasi SIMRS Khanza.

Demi mewujudkan integrasi data kesehatan paling mahal yang pernah ada di Indonesia Data kesehatan nasional. Ini adalah integrasi data kesehatan paling mahal yang pernah ada di Indonesia, jika satu Faskes sistemnya dihargaiRp2 Milyar, berarti ada nilai investasi senilai Rp1.600 Milyar untuk integrasi data ini.

Dengan konsep SIMRS Khanza yang berlisensi sumber terbuka dan gratis menjadikan nilai investasi itu menjadi kecil sekali.

“Memang saat ini SIMRS Khanza belum mengintegrasikan orang lain, karena ini baru menjadi impian. Saat semua sudah terintegrasi, ada banyak hal yang bias dilakukan,” tutur Windiarto.

Kemudahan rujukan, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, dan kemudahan pemantauan data kesehatan penduduk seluruh Indonesia, dan lain-lain. Pastinya ini bias meningkatkan harapan hidup manusia Indonesia.

“Impian itu bukanlah panjangnya angan, tapi capaian harapan dari usaha demi usaha yang dilakukan setiap saat untuk mewujudkan impian itu sendiri,” ujarWindiarto. (Ria).