Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Kecamatan Suhaid

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Mengantisipasi dampak negatif pada lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang didampingi oleh anggota polres kapuas hulu dan BPBD Kapuas Hulu, dan kali ini kegiatan dilakukan digedung pertemuan desa nanga suhaid, kecamatan Suhaid, yang dihadiri Muspika kecamatan suhaid, Aparatur desa se kecamatan suhaid, Pihak PT KPC, Manggala Agni, serta tokoh masyarakat. Jum’at 11/10/19.

Dalam kesempatan itu, Camat Suhaid, Joko Kusmanto, SH mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai upaya pencegahan.

” Memang sebenarnya kata sosialisasi ini agak kurang tepat, ibarat sudah turun hujan baru ada sosialisasi dari kabupaten, karena selama ini muspika dan tim satgas karhutla kecamatan suhaid secara terus menerus melakukan sosialisasi ini kepada masyarakat, namun ada hal yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita menyikapi kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya pencegahan atau sosialiasi, tapi bagaimana kita temukan solusi meminimalisir karhutla kedepan.” Jelasnya.

Joko menambahkan, Masyarakat suhaid mengucapkan apresiasi setinggi tingginya kepada tim kabupaten yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke suhaid, dan ini merupakan pedoman kami kedepan dalam upaya menangani karhutla mendatang.

Dalam membuka kegiatan itu, Sekdis Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. Sayuti mengungkapkan karhutla umumnya terjadi karena manusia.

” 99 % karhutla terjadi dikarenakan kelalaian manusia, dan 1% oleh alam, akibat karthutla sangat besar pada ekonomi, kesehatan, sosial dan lainnya, contohnya habis sumber daya alam kita, musnahnya flora dan fauna, masyarakat terkena Ispa, serta anak sekolah harus diliburkan karena udara tidak sehat, karena pada tahun ini kapuas hulu karhutla meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 1.666 titik Hot Spot yang terpantau satelit, dan untuk suhaid 46 Hot Spot yang tersebar dibeberapa desa. ” ungkapnya.

Sayuti juga menjelaskan, ada 6 kecamatan yang menjadi perhatian sosialisasi karena memiliki potensi besar terjadinya karhutla, yaitu kecamatan kalis, silat hilir, seberuang, suhaid, selimbau dan batang lupar.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat banyaknya yang hadir. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang dampak buruk kebakaran hutan dan lahan. Berbagai narasumber dihadirkan untuk memaparkan satu persatu materi pencegahan karhutla.