Pesona Indonesia di Jantung Borneo yang Memanggil Pecinta Alam

By. KIM Juragan.

Putussibau, Info Kapuas Hulu – Taman Nasional Betung Kerihun saat ini merupakan gabungan dari dua taman nasional, yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Dulu kedua taman nasional ini terpisah secara manajemen.

Sejak tahun 2016 menjadi Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Taman Nasional Betung Kerihun merupakan hulu dari sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.

Zufar Fauzan Erimant, sebagai Ketua Ekspedisi Lentera Putussibau menuturkan di sebuah vlog yang diupload di akun Facebook Taman Nasional Betung Kerihun, Ekspedisi Lentera Putussibau merupakan studi lapangan luar kota yaitu kegiatan rutin tahunan bagi anggota muda Lawalata Institut Pertanian Bogor.  

Mahasiswa Lawalata memilih Taman Nasional Betung Kerihun menjadi lokasi “Ekspedisi Lentera Putussibau” yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh anggota muda Lawalata Institut Pertanian Bogor (IPB).

Beberapa waktu lalu mereka telah usai melakukan ekspedisinya di Desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan. Untuk menuju kawasan itu mereka menggunakan perahu boat dengan waktu tempuh lima jam, ke Bungang Jaya.

Di Bungang Jaya, para ekspedisi menginap terlebih dahulu selama semalam, setelah itu melanjutkan perjalanan esok harinya menggunakan perahu lebih kecil (Motoris Ces) yang memakan waktu sekitar dua atau tiga jam, tergantung kondisi air.

Biaya BBMnya cukup besar, dari Putussibau sampai ke Tanjung Lokang 280 Liter dikalikan dengan Rp9.000.00,- per liter.

Taman Nasional Betung Kerihun yang masuk ke dalam jajaran Wonderful Indonesia dapat dinikmati selama ekspedisi, memiliki kekayaan alam yang eksotis.

Tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, bagi yang memiliki jiwa petualang, akan merasa excited saat melalui jalur yang luar biasa menantang, hingga akan ditemui kearifan lokal masyarakat.

Menariknya dari Taman Nasional Betung Kerihun ini adanya Ekosistem Karst. Ada sekitar 50 Goa berada dikawasan Taman Nasional yang indah ini.

Tim ekspedisi kali ini lebih mengkaji mengenai Persebaran Mulut Goa, Pemetaan Goa, Pengukuran Debit Air di dalam Goa, Inventarisasi Biota di dalam Goa dan Inventarisasi Tumbuhan disekitar Mulut Goa di sekitar Desa Lokang pada Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun.

Lawalata IPB telah berjelajah dan mengeksplorasi tiga pulau di Indonesia di tahun ini. Salah satunya yang ada di bumi Uncak Kapuas.

Bertemakan “Eksplorasi dan Upaya Pelestarian Warisan Kekayaan Alam serta Budaya Nusantara” pada hari Sabtu (5/10/2019), dilaksanakan seminar dengan judul “Studi Potensi Kawasan Karst dan Sosial Budaya Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Betung Kerihun,”

Bertempat di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Seminar tersebut menghadirkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Ir. Arief Mahmud, M.Si., sebagai pembicara.

Untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum khususnya untuk pengembangan kawasan karst di Betung Kerihun maka UPT Balai Besar TNBKDS akan mengadakan Workshop Speleologi, potensi dan peluang pengembangan wisata karst di Kapuas Hulu mulai tanggal 18-21 Oktober 2019 di hotel Ibis. (Ria).

Pict. By, http://ksdae.menlhk.go.id