Mengenali IPCN, Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Putussibau, Info Kapuas Hulu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Achmad Diponegoro Putussibau memiliki petugas IPCN (Infection Prevention Control Nurse) atau Perawat PPI (Pencegah dan Pengendalian Infeksi).

Petugas ini telah mendapatkan pelatihan dan disumpah untuk terus mengupayakan menekan angka infeksi nosocomial. Rumah sakit yang sudah terakreditasi wajib mempunyai IPCN atau tim PPI.

IPCN RSUD dr. Achmad Diponegoro Sofia Fibri Wardani, S.Kep., Ns kamis (10/10/19) menyampaikan penularan infeksi bisa dari pasien ke pasien, pasien ke petugas ataupun ke pengunjung, dari lingkungan ke petugas, lingkungan pasien, saling berkaitan.

Kebersihan tangan merupakan salah satu prosedur yang paling penting dan efektif, mencegah infeksi bila dilakukan dengan baik dan benar.

“Jadi bukan hanya sekedar mencuci tangan, tetapi dilakukan dengan baik dan benar.” ujarnya.

Kebersihan tangan itu penting karena tangan kita merupakan media transmisi kuman dan penyakit.          

Tindakan mencuci tangan dengan tepat bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama hand hygiene.

Tindakan membersihkan tangan dengan tepat dan benar yang dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash).

Handrub dilakukan selama 20-30 detik, sedangkan handwash 40-60 detik.

Menurut WHO (World Health Organization) ada 6 (enam) langkah mencuci tangan yang benar. Pertama, tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua tangan secara lembut dengan arah memutar. Kedua, usap dan gosok pada kedua punggung tangan secara bergantian.

Ketiga, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Keempat, bersihkan ujung jari secara bergantian. Kelima, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian. Keenam, letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Mencuci tangan adalah budaya rumah sakit, ketika pertama kali masuk ruangan, terdapat cairan antiseptik berwarna pink.

Setiap orang yang kontak langsung dengan pasien seperti: dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya (fisioterapi, laboratorium). Wajib melakukan hand hygiene.

Setiap orang yang kontak dengan pasien meskipun tidak langsung juga wajib melakukan kebersihan tangan. Seperti, ahli gizi, farmasi. Serta setiap personil yang berkontribusi melakukan prosedur terhadap pasien, dan setiap orang yang bekerja di rumah sakit.

Selain masalah kebersihan tangan, perawat PPI juga wajib mengingatkan kepada petugas medis pemakaian alat pelindung diri yang tepat. Penggunaan yang tidak tepat dapat menambah biaya bagi manajemen rumah sakit dan menyebabkan infeksi.

Kemudian petugas PPI juga berperan menyampaikan informasi mengenai manajemen limbah, dengan pemilahan limbah yang dikelola berdasarkan jenisnya. Serta strategi pencegahan risiko kecelakaan kerja. (Ria).