Mencoba Mengais Rezeki Dengan Budidaya Kratom

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Kratom adalah jenis tanaman yang sampai saat ini masih menjadi misteri dimasyarakat, namun belum ada aturan yang mengikatnya untuk pelarangan budidaya maupun jual beli, sehingga banyak masyarakat kalimantan khususnya Kabupaten Kapuas Hulu yang mengais rezeki pada kratom yang merupakan tanaman sebagai pendamping karet untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tingginya permintaan kratom membuat banyak petani di Kapuas Hulu mulai beralih garapan menanam pohon Kratom. Petrus Sawan warga suhaid menjadi salah satunya, bahkan di suhaid sudah banyak yang menanam kratom. Dengan masa tanam relatif cepat, membuat banyak warga lebih memilih menanam kratom dari pada tanaman komoditi lainnya yang memerlukan waktu tahunan sampai masa panen.

”saya mencoba menanam kratom ini karena usia panen lebih cepat, dan permintaan pasar cukup tingi meskipun jual daunnya dalam bentuk basah,” ungkap Petrus sawan saat membeli bibit kratom di suhaid yang siap tanam. (9/9/2019).

”Ini baru skala kecil, hanya 140 pohon, lihat perkembangannya dulu, dan tanah pun cm 1 hektar yang sudah disiapkan”. tambahnya.

Tanaman kratom siap panen setelah 6-9 bulan, dengan siklus panennya setiap 30-40 hari. Untuk kualitas pertumbuhan, kratom sendiri tidak memerlukan perawatan yang rumit. Saat ini, tanaman tersebut dijual dalam bentuk bubuk dan diekspor ke seluruh dunia.