Kapuas Hulu Dapat 3 Tower BTS dari BAKTI Kominfo

Pemerintah Pusat melalui BAKTI Kominfo akan membangun tiga tower Base Transciever Station (BTS) di Kapuas Hulu, pada tahun 2019 ini. Tiga tower tersebut akan dibangun di Kecamatan Putussibau Utara, Silat Hulu dan Bunut Hulu. Kualitas sinyal dari tiga tower tersebut adalah 4G.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kapuas Hulu, H. Ir. Istiwa, M.Si menuturkan bahwa terkait pembangunan tower BTS tersebut sudah ada penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero SH dengan pihak BAKTI Kominfo, di Bali, 4 September 2019 lalu. “Kemaren pak Wabup dan kami juga bertemu Direktur Infrastruktur Kominfo, jadi tower itu akan dibangun tahun ini juga,” papar Istiwa saat ditemui diruang kerjanya di Putussibau, Senin (9/9) pagi.

Istiwa menuturkan pihaknya selalu mengusulkan kebutuhan pembangunan tower BTS di Bumi Uncak Kapuas kepada Kemkominfo. “Usulan BTS ini dari masyarkat dan kita teruskan ke Kemenkominfo RI setiap tahun dan terealisasi juga beberapa usulan itu. Sekarang ini sekitar 60an proposal dari masyarakat yang kita kirim ke Kemkominfo RI, masih belum terakomodir semua,” paparnya.

Istiwa juga berharap tahun depan ada lagi pembangunan tower BTS di Kapuas Hulu oleh Kemenkominfo RI. Selain itu, kata Istiwa, pihaknya juga akan mempermudah urusan pembangunan tower dari pihak swasta, sehingga masyarakat di Bumi Uncak Kapuas bisa mudah untuk mendapat akses internet dan telekomunikasi.

“Selain BTS ini, pembangunan tower besar oleh pihak swasta kita permudah juga. Saat ini di Kecamatan Seberuang ada 2 tower besar yang sudah dibangun pihak swasata,” tuntasnya.

Kepala Bidang Statistik pada Diskominfo dan Statistik Kabupaten Kapuas Hulu, Zulkifli, menambahkan bahwa tiga tower BTS masing-masig di bangun di Desa Nanga Nyabau Kecamatan Putussibau Utara, kemudian Desa Kelibang Kecamatan Bunut Hulu dan Desa Nanga Luan Kecamatan Silat Hulu.

“Tower BTS ini pengerjaan 2019, kemaren ada bahas bersama pihak terkait dan ada administrasi yang perlu disiapkan oleh kita di daerah,”

Menurut Zul, lahan untuk pembangunan tower BTS harus milik Pemda Kapuas Hulu. Luasan lahan pembangunan tetapkan 20 x 20 Meter. “Lahan itu baru bisa dibangun BTS, apabila Kemenkoinfo dengan Bupati sudah sepakat pinjampakai lahan,” jelasnya

Berikutnya yang perlu difasilitasi daerah adalah terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian memastikan tidak masuk dalam kawasan Hutan Lindung.

“Tiga lokasi yang akan dibangun BTS itu tidak ada yang masuk dalam kawasan hutan, semuanya Areal Penggunaan Lain (APL). Jadi semua lokasi siap dibangun BTS,” paparnya.

Kata Zul, bulan Oktober ini pihak penyedia sudah membangun fisik tower BTS itu. Kualitas jaringan tiga tower ini adalah 4G. “Tower BTS yang lain rencananya tahun depan di upgrade 4G, itu respon positif dari Kemenkominfo RI,” tuturnya.

Menurut Zul, tower BTS masih banyak daerah di Kapuas Hulu yang memerlukannya, terutama di kawasan perbatasan. Kebutuhan tersebut juga sudah disampaikan langsung Wakil Bupati kepada pihak Kemenkoinfo RI, saat kegiatan pertemuan di Bali, beberapa waktu lalu. “Kemaren waktu bersama Wabup, beliau sudah minta kuota agak banyak untuk pembangunan BTS. Ada 11 titik di perbatasan Indonesia-Malaysia yang membutuhkannya,” tuntas Zulkifli. (yohanes)