Kades Tanjung Budidaya Ikan dan Sayuran

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Jabatan sebagai Kepala Desa Tanjung Kecamatan Suhaid bukan menjadi hambatan baginya untuk melakukan budidaya ikan dan sayuran. Kegiatan tersebut dilakukan bersama istrinya setelah pulang bekerja dikantor desa dan pada hari libur. Budidaya ikan dan sayuran memang menjadi aktivitas yang ditekuninya, seperti budaya ikan patin dan bawal serta berkebun terong.

Lie mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, namun juga sebagai motivasi bagi masyarakat.

“Awalnya kami menanam 1.200 pohon terong, karena faktor alam maka sisa yang tumbuh baik diperkirakan 800 pohon, Alhamdulillah proses awal sampai siap panen saat ini yaitu 3 bulan, kami bisa hasilkan 30 kg setiap panen, dan panen dilakukan 3 kali dalam seminggu, bahkan saat ini harga terong mencapai 13.000 / kg, dan untuk budidaya ikan patin dan ikan bawal prosesnya memakan waktu sekitar 11 bulan sudah siap jual dengan menggunakan pakan buah – buahan dan daun – daunan. Panen mencapai 700 -800 kg dengan kisaran harga jual Rp 21.000 / kg, ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari kami, tapi saya berharap ini merupakan motivasi bagi masyarakat bahwa tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika ada kemauan”. ungkapnya (5/9/2019).

Terong ungu biasa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran yang diolah dengan cara ditumis, digoreng, atau bahkan dibakar. Terong ungu yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran tidak semata-mata hanya memiliki rasa yang menggugah lidah, namun terong ungu juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh serta limbah dari sayur terong ungu tersebut bisa sebagai pakan ikan patin dan bawal, sehingga kedua usaha tersebut sangat cocok dilakukan bersamaan. Sedangkan untuk ikan patin dan ikan bawal merupakan ikan konsumsi yang tidak hanya diminati masyarakat dalam desa, tapi kebutuhan diluar kecamatan juga cukup tinggi.