Bumdes Tanjung Difungsikan Sebagai Sub Agen Elpiji

Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo berharap prioritas penggunaan dana desa 2019 lebih banyak untuk pemberdayaan ekonomi seperti pembuatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menilai program pembangunan untuk infrastruktur telah cukup.

“Pembangunan infrastruktur saya pikir sudah cukup, terutama pada desa yang infrastrukturnya sudah cukup. Saat ini mulailah dipikirkan untuk bursa inovasi desanya, ini bagaimana dana desa bisa dipakai untuk memperbesar BUMDes. Jadi, tolong alokasi anggaran ke BUMDes itu diperbesar,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (6/2/2019). Sumber DetikFinance.

Untuk itu, Desa Tanjung Kecamatan Suhaid telah menganggarkan Rp 170 jt untuk dikelola bumdes sebagai langkah awal penyerapan dana desa. Pada tahun 2019 ini, dana desa tahap 2 dimungkinkan dilimpahkan penambahan modal ke bumdes tanjung.

”Untuk bumdes, ada dana desa tahap 2 ini dimungkinkan untuk dilimpahkan juga ke bumdes, karena tahun ini kita mulai fokus pada elpiji, dengan menjadi sub agen maka penyediaan elpigi dengan skala besar harus di penuhi, dan kita telah melakukan pendataan, dibutuhkan 600 elpigi 3 kg dan 300 elpigi 5,5 kg setiap bulan khusus Desa Tanjung, dan 900 elpigi tersebut sudah dibayarkan kepada agen”, ungkap Lie selaku Kepala Desa Tanjung saat ditemui dikantor desa tanjung. (5/9/2019).

Lie juga menambahkan, ” kami telah mendatangi Desa Tanjung Harapan dan Desa Lubuk Pengail yang nantinya kami harapkan sebagai mitra dalam pengelolaan elpigi, namun kami selalu membuka ruang bagi desa lain untuk bermitra dengan kami”. tutupnya.