Sosialisasi PAUD Oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu

Laporan KIM Entugan Hulu
A.Hartawansyah Praniansyah

Informasi Pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan Sosialiasi Program Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) di gedung olah raga Semitau.

dipimpin oleh Hj. Sri Siti Haslindar, S.Pd, M.Si selaku Kasi Paud Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, dan didampingi Fatmawati, A.Md dan Margaretha Corry, S.Pd. Acara tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Semitau dan Suhaid, jajaran pemerintah desa dan masyarakat Kecamatan Semitau dan Suhaid pada tanggal 28 agustus 2019.

Hj. Sri Siti Haslindar, S.Pd, M.Si mengungkapkan bahwa visi dan misi pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tentang paud adalah satu desa, satu paud.

“Visi misi Bapak Bupati kita melalui kebijakannya adalah satu desa, satu paud, dan ini harus kita sukseskan bahkan saat ini sudah mencapai 81 persen desa telah memiliki paud dan 19 persennya adalah PR kita bersama untuk dituntaskan”, ungkapnya.

Sri menegaskan, ” terkait revitalisasi paud yaitu kita harus meningkatkan kualitas paud, artinya tidak dengan cara sederhana seperti menggunakan masjid, surau, garasi, emperan dan aula pertemuan, karena merevitalisasi bearti memberikan pelayanan yang seharusnya dan tidak mengabaikan kualitas karena kita harus mengimplementasikan 3 peraturan yang ada, yaitu pertama Permendikbud RI nomor 84 tahun 2014 tentang pendirian paud contohnya saat ini lembaga paud lebih banyak dimiliki pemerintah desa sehingga ada anggaran desa yang diperuntukkan untuk paud, namun izin operasional harus di selesaikan, kedua Permendikbud RI nomor 137 tahun 2014 tentang standar paud contohnya apakah guru paud sudah sarjana paud atau belum, dan saat ini 80 persen guru paud lulusan SMA dan itu berjumlah lebih 700 orang, tapi 300 orang sudah mengikuti diklat dasar sebagai pemenuhan standar guru paud, dan yang terakhir adalah Permendikbud RI nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum paud,” tegasnya.

Program Paud ini bertujuan agar semua anak usia dini (usia 0-6 tahun), baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya, sesuai tahapan perkembangan atau tingkat usia mereka. PAUD juga merupakan pendidikan persiapan untuk mengikuti jenjang pendidikan sekolah dasar. Secara lebih spesifik, program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggalakkan keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini bisa saja dalam bentuk lembaga formal dan dimungkinkan pula dalam bentuk lembaga non formal.

Diakhir kegiatan, Sri menutupnya dengan menjelaskan untuk paud non formal ada 6 aspek perkembangan anak yang wajib diberikan.

” 6 Aspek perkembangan yaitu Nilai Agama dan Moral, Bahasa, Kognitif, Fisik Motorik, Sosial Emosional dan Seni. Itu tidak seperti mengajar membaca dan berhitung layaknya anak SD, tidak demikian, tapi menggunakan metode bercerita, metode bermain sambil bejar, metode tepuk – tepuk dan sebagainya, biarkan anak – anak berkembang sesuai usia, ada tingkatannya dan tidak semua anak memiliki kecerdasan yang sama, artinya berkembang sesuai standar tingkat pencapaian perkembangan anak menurut kelompok usia, karena standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia 2 – 4 tahun tidak sama dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4 – 6 tahun. Sehingga konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih maksimal.” tutupnya.