Di Balik Layar Detik-detik Proklamasi


KIM JURAGAN.
Pagi itu, (17/8) sebelum upacara memperingati detik-detik proklamasi. Terlihat para pemuda, berseragam PMI, berbaris rapi di halaman kantor Badan Pusat Statistik.

Menurut informasi, dari salah satu anggota, jumlahnya 30 orang anggota PMR. Tampak Sasbirais (anggota PMI) memberikan pengarahan. Ia sedang melakukan briefing kepada anggota PMR, sebelum bertugas sebagai tim medis di detik-detik proklamasi.

Mereka sebelumnya telah melakukan prepare dengan menyediakan obat, minyak kayu putih, juga permen. Seperti biasa, PMI juga telah menyiapkan 2 (dua) buah ambulan.

Setiap ada event yang menjalin kerjasama dengan PMI, makan PMI siap terjun. Ini bukanlah yang pertama bagi PMI berkontribusi di balik layar. Salah satu anggotanya menuturkan pengalamannya di PMR selama hampir 3 (tiga) tahun ini. Selain di Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia, mereka juga bertugas di sekolah, dan di kecamatan.

Dwi Noviandini, merupakan siswa kelas 3 (tiga) SMA Negeri 2 Putussibau, ia bergabung dengan Palang Merah Remaja (PMR), sejak kelas 1 (satu) SMA. Kepada jurnalisme warga KIM Juragan, ia berbagi cerita tentang suka duka di PMR, sukanya dapat banyak teman, pengalaman baru, bisa menolong sesama, dan belajar banyak hal. Sedangkan dukanya, ketika bang Ben (pembina PMR) meninggal. Di matanya almarhum adalah orang yang paling hebat, sejak bang Ben meninggal, PMR di SMAnya menurutnya kurang kondusif.

Ketika almarhum masih hidup, banyak event-event yang mereka buat, sehingga meninggalkan jejak-jejak kebahagiaan yang tak mungkin dapat dilupakan.

Harapannya bagi PMI di bumi yang memiliki potensi alam yang luar biasa ini, agar bisa lebih maju lagi. Dan bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. Selain itu, semuanya bisa lebih maju lagi, dan lebih baik lagi.

Banyak manfaat yang ia dapatkan dengan mengikuti kegiatan PMR. Ia mendapatkan wawasan, terutama di dunia medis. Selaras dengan cita-citanya menjadi dokter, menurut dia, itu sangat berguna untuk dirinya pribadi. Bisa bermanfaat bagi banyak orang, menolong orang lain yang sedang sakit. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Memberikan manfaat bagi orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita, untuk kebaikan kita.

Pesannya kepada generasi pemuda, khususnya junior yang berkecimpung di PMR, semoga mereka yang menjadi estafet kegiatan PMR di sekolah-sekolah, bisa lebih baik darinya dan teman seangkatannya, dan bisa memajukan PMI di Kapuas Hulu . (Ria).